Edukasi Gizi dan Literasi Warnai Liburan Sister Salimah Bogor

Bogor (2/7/2026) – Mengisi momentum liburan sekolah, Salimah Kabupaten Bogor mengajak para ibu beserta ananda berwisata edukasi bersama. Peserta merupakan anggota yang tergabung dalam Sekolah Ibu Salimah Terpadu (Sister), salah satu program unggulan Departemen Pendidikan dan Pelatihan (Depdiklat) Pimpinan Daerah (PD) Salimah Kabupaten Bogor.

 

Bekerjasama dengan Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (DAPD) Kabupaten Bogor, para peserta diajak berbincang edukasi tentang gizi hingga literasi. Mengangkat tema “Liburan ala Sister : Edukasi, Literasi, Happy-Happy”, para peserta yang berasal dari 8 Pimpinan Cabang (PC) Salimah se-Kabupaten Bogor mengikuti permainan interaktif di Taman Siliwangi Pemda Cibinong, Bogor.

“Sister merupakan salah satu unit terkecil pembinaan Salimah. Pertemuannya tiap pekan sekali di PC masing-masing, dan tiap tahunnya akan ada pertemuan gabungan oleh PD yang dikemas dalam kegiatan menarik seperti hari ini. Adapun materi pembinaannya mulai dari rukhiah keislaman, vokasi keterampilan, wawasan edukasi dan hiburan,” tutur Ketua PD Salimah Kabupaten Bogor, Anie Rakhmawati.

Senada dengan itu, Ketua Depdiklat PD Salimah Kabupaten Bogor, Yati Kusumawati, juga menyampaikan bahwa Sister dapat diikuti perempuan mulai dari usia belia (kelas 5 SD), usia produktif, hingga jelang lansia. Khusus untuk fase pra nikah dan lansia (54 tahun ke atas), Depdiklat punya program kelas tersendiri yakni Serasi dan Salsa.

“Semua usia diakomodir oleh program pendidikan Salimah, tentunya dengan kurikulum yang disesuaikan masing-masing jenjang. Harapannya para perempuan bisa terus belajar, berkarya dan berdaya untuk masyarakat dan keluarga,” kata Yati.

Keluarga yang berkualitas diwujudkan dari kebiasaan-kebiasaan baik. Salah satunya, lewat pemenuhan gizi sehat anggota keluarga. Dipandu oleh Ketua Tim Layanan DAPD Kabupaten Bogor, para peserta diajak mengenal pangan sehat dan zat berbahaya dalam pengolahan bahan makanan.

“Kami melaksanakan uji sample pada banyak bahan makanan di pasaran, bahkan sebagiannya sering kita konsumsi. Masyarakat kerap mengejar pangan murah, yang sebenarnya rentan dicemari bahan berbahaya. Kami bukan ingin mematikan UMKM, tapi mengingatkan untuk waspada akan apa yang dikonsumsi,” papar Eko Sri Haryanti.

“Kita juga harus maklum dengan kenaikan harga pangan. Jangan asal membeli dan memakai bahan murah, tetapi malah berbahaya untuk kesehatan orang-orang di rumah. Saran Kami, lebih baik para Ibu terbiasa menyajikan real food dan dimasak sendiri di rumah (homemade), tentu lebih sehat dan higienis,” lanjutnya.

Selain nutrisi sehat, anak juga perlu distimulus dengan praktik baik, seperti membaca nyaring agar bisa menjadi anak bernas. Pegiat Bogor Read Aloud (BORA), Sri Mulya Sari Aryana, mengajak peserta berkenalan dengan kegiatan literasi.

“Anak bisa dibacakan buku, bahkan mulai dari masa kandungan. Sebab indra pendengaran adalah yang lebih dulu aktif pada janin. Jangan lewatkan lagi masa emas, mari mulai kenalkan dan ajak anak sering berinteraksi dengan buku, sebab minat baca akan tumbuh dengan konsistensi. Membaca nyaring adalah salah satu cara mudah, murah dan semua bisa lakukan,” kata Aryana.

“Bahan bacaan sebenarnya banyak tersedia di sekeliling kita. Tidak harus buku, bacaan pada kemasan makanan pun bisa kita bahas. Jika ingin baca buku gratis, bisa lewat aplikasi perpustakaan digital yang dikeluarkan oleh DAPD. Jadi, semestinya tidak ada lagi hambatan untuk Kita menumbuhkan cinta membaca pada anak,” lanjutnya menutup sesi diskusi.

Komentar
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

What do you think?

Related news