Salimah Tulungagung Ajak Kenali Empat Manfaat Skrining Kesehatan Pranikah

Tulungagung (16/8/2026) — Urusan cek kesehatan pranikah masih dianggap tabu untuk dibicarakan, bahkan kerap disepelekan. Padahal, keterbukaan soal riwayat kesehatan diri sendiri kepada calon pasangan adalah salah satu kunci membangun rumah tangga yang sehat dan siap menyambut keturunan.

 

Pesan inilah yang mengemuka dalam Sekolah Pranikah Salimah (Serasi) yang dilaksanakan oleh Salimah Tulungagung dengan tema “Repro Health: Bukan Tabu, Tapi Perlu Tahu”, pada Ahad (16/8) pagi di Klinik Cordova Tulungagung.

Kegiatan tersebut menghadirkan dr. Wilis Nurkumala, Sp.OG., M.Ked.Klin., dokter spesialis kandungan di Rumah Sakit Putra Waspada.

Dalam paparannya, dr. Wilis mengingatkan bahwa skrining bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan momen penting untuk saling terbuka menyampaikan riwayat kesehatan.

Menurut dokter yang juga berpraktik di RSUD dr Iskak Tulungagung ini, skrining kesehatan pranikah setidaknya membawa empat manfaat. Pertama untuk mendeteksi masalah kesehatan yang mungkin sudah ada atau berpotensi muncul saat pasangan hamil dan memiliki anak.

Menurut dr. Wilis, banyak kondisi kesehatan yang selama ini tidak disadari justru baru terlihat dampaknya saat pasangan mulai merencanakan kehamilan. Dengan skrining sejak sebelum menikah, kondisi tersebut bisa dikenali dan ditangani lebih awal.

Manfaat kedua, skrining membantu menurunkan risiko komplikasi kehamilan dan persalinan, termasuk kelahiran anak dengan kelainan bawaan.

“Skrining thalasemia juga penting karena beresiko kepada anak apabila kedua calon pasangan sama-sama membawa gen pembawa sifat (carrier),” katanya.

Selanjutnya, skrining mendukung pencegahan penularan HIV dan infeksi menular seksual (IMS) sejak dini.

“Status hasil pemeriksaan HIV tidak boleh disembunyikan oleh salah satu calon pasangan kepada yang lain, karena nanti bisa menular ke pasangan atau anak. Untuk sifilis dan hepatitis masih bisa dikendalikan apabila terdeteksi lebih awal, sehingga perlu keterbukaan antar pasangan,” tegasnya.

Terakhir, manfaat skrining membantu pasangan merencanakan kehamilan yang sehat dan menghindari kehamilan yang tidak diinginkan.

“Deteksi dini penyakit seperti diabetes juga termasuk bagian dari persiapan ini, karena memberi waktu untuk mengelola kondisi kesehatannya sebelum merencanakan kehamilan,” tutur dokter yang juga berpraktik di RSIA Trisna Medika Tulungagung.

Selain empat alasan tersebut, dr. Wilis turut meluruskan mitos yang masih beredar di masyarakat, salah satunya anggapan bahwa hamil di usia kurang dari 20 tahun aman-aman saja. Padahal, anggapan itu keliru karena kehamilan di bawah usia 20 tahun (remaja) memiliki berbagai risiko kesehatan serius bagi ibu maupun janin.

Sesi tanya jawab berlangsung hangat. Beberapa topik yang dibahas antara lain waktu ideal tes skrining, toksoplasma bagi pemilik hewan peliharaan, pentingnya vaksin HPV untuk mencegah kanker mulut rahim, berapa usia aman melahirkan, hingga kebutuhan vitamin harian.

Sebagai penutup, dr. Wilis mengajak seluruh peserta untuk melakukan skrining kesehatan sebagai investasi kesehatan untuk keluarga masa depan. Ia juga mengajak agar tidak ragu memanfaatkan layanan cek kesehatan pranikah yang kini semakin mudah diakses melalui puskesmas. [dyta, fat]

Tags:
Komentar
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

What do you think?

Related news