Mengangkat tema “Menjadi Ibu yang Selalu Dirindukan Anak”, kajian ini dihadiri sekitar 400 muslimah dari berbagai wilayah di Samarinda. Meskipun berlangsung pada hari kerja, antusiasme peserta tidak surut. Sejak pagi, jamaah berdatangan hingga memenuhi ruang utama masjid dan memadati lantai dua Masjid Al Hijrah.
Kajian menghadirkan tiga narasumber, yakni Ustadzah Hayati Fashiha Lubis, Bunda Dewi Yull, serta Ustadz Hilman Abu Attaqy dari Sahabat Dakwah Almahyra. Ketiganya hadir dengan perspektif yang saling melengkapi, mengajak para ibu melihat kembali makna kehadiran seorang ibu di tengah kehidupan anak.
Ustadzah Hayati Fashiha Lubis, alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, dikenal sebagai pendakwah dan pemerhati pendidikan keluarga yang aktif menyampaikan kajian keislaman, fikih wanita, parenting, serta pendidikan berbasis Al-Qur’an. Kiprahnya dalam pengembangan pendidikan Islam di Samarinda turut memberikan penguatan pada aspek nilai dan keteladanan dalam pengasuhan.
Sementara itu, Bunda Dewi Yull, penyanyi dan aktris senior Indonesia, berbagi perspektif dari pengalaman panjangnya sebagai seorang ibu. Kehadirannya memberikan warna tersendiri dalam kajian, khususnya dalam membicarakan hubungan ibu dan anak, komunikasi dalam keluarga, serta pentingnya membangun kedekatan yang penuh kasih.
Adapun Ustadz Hilman Abu Attaqy merupakan pendakwah dan pendidik yang aktif dalam kajian keislaman, khususnya bidang Al-Qur’an dan tahsin. Beliau juga terlibat dalam berbagai kegiatan dakwah bersama Sahabat Dakwah Almahyra.
Tema “Menjadi Ibu yang Selalu Dirindukan Anak” terasa begitu dekat dengan keseharian para peserta. Menjadi ibu yang dirindukan bukan semata tentang memenuhi kebutuhan anak, tetapi juga tentang menghadirkan rasa aman, menjadi tempat pulang, membangun komunikasi yang hangat, serta menanamkan nilai-nilai kebaikan melalui keteladanan.
Ramainya peserta yang memenuhi masjid pada hari kerja menjadi gambaran besarnya perhatian muslimah Samarinda terhadap persoalan keluarga dan pengasuhan. Para ibu tidak hanya membutuhkan pengetahuan, tetapi juga ruang untuk kembali menguatkan niat, mengevaluasi peran, dan saling belajar dalam menjalani amanah sebagai orang tua.
Melalui Kajian Dhuha ini, KOB Salimah Samarinda berharap para peserta membawa pulang lebih dari sekadar ilmu. Ada kesadaran baru untuk menjadi ibu yang hadir dengan kasih sayang, mendengarkan dengan hati, mendampingi dengan keteladanan, dan pada akhirnya menjadi sosok yang selalu dirindukan anak-anaknya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar Salimah Samarinda dalam menghadirkan ruang edukasi dan penguatan bagi perempuan, khususnya para ibu, agar mampu menjalankan peran strategisnya dalam membangun keluarga yang berkualitas dan melahirkan generasi yang baik.
Sekilas tentang KOB Salimah Samarinda
Komunitas Orangtua Bijaksana (KOB) merupakan wadah yang diinisiasi Salimah Samarinda untuk menghadirkan edukasi, penguatan, dan ruang bertumbuh bagi para orang tua dalam menjalankan peran pengasuhan dan pendidikan keluarga.