Kegiatan ini menghadirkan Eva Susanti yang membahas pentingnya mengenali serta melepaskan emosi negatif agar seseorang dapat hidup lebih sehat secara lahir maupun batin.
Dalam penyampaiannya, Eva menjelaskan bahwa emosi merupakan respons alami manusia terhadap berbagai peristiwa kehidupan, seperti rasa kecewa, marah, sedih, jengkel, hingga bahagia. Namun, emosi negatif yang dipendam terlalu lama dapat berubah menjadi luka batin yang berdampak pada kesehatan fisik maupun psikis.
“Luka batin dan luka fisik sama-sama dirasakan karena diolah oleh otak. Karena itu, emosi negatif perlu dilepaskan agar tidak menjadi beban berkepanjangan,” jelasnya di hadapan peserta kajian.
Ia juga memaparkan berbagai penyebab luka batin, di antaranya pengkhianatan, pola asuh yang meninggalkan trauma pada anak, kehilangan orang tercinta, ucapan yang menyakitkan, perlakuan buruk dari orang lain, hingga kelelahan fisik dan mental.
Dalam kajian tersebut, peserta diajak memahami langkah-langkah sederhana untuk melakukan “detoks emosi” melalui konsep bersih-bersih dan tanam-tanam.
Pada tahap bersih-bersih, peserta diajak untuk:
– Mengucapkan terima kasih dengan tulus kepada orang yang pernah berbuat baik
– Memaafkan orang yang menyakiti
– Meminta maaf kepada orang yang pernah disakiti
– Melepaskan penyesalan dalam diri
– Memperbanyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT
Sementara pada tahap tanam-tanam, jamaah diajak untuk memperbanyak rasa syukur serta mulai mencintai diri sendiri sebagai bentuk penghargaan atas nikmat Allah SWT.
Kajian ditutup dengan doa bersama dan muhasabah yang berlangsung khidmat dan penuh haru. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian acara hingga selesai.
Melalui kegiatan ini, PC Salimah Sungai Kunjang berharap para muslimah dapat memiliki ruang pembinaan yang menenangkan, menguatkan mental spiritual, serta menjadi sarana mempererat ukhuwah antar sesama muslimah di Samarinda.