Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Salimah Tulungagung yang diwakili oleh Kepala Sekolah Serasi, Nuraini. Ia memperkenalkan Salimah sebagai organisasi perempuan yang fokus pada pemberdayaan dan penguatan keluarga.
“Serasi bukan hanya kelas pranikah sesaat, tetapi proses pembinaan berkelanjutan. Selama satu tahun ke depan, peserta akan mendapatkan materi bertahap dan pendampingan agar benar-benar siap membangun rumah tangga,” jelas ibu rumah tangga yang juga bekerja ini.
Materi utama bertajuk “Rooted & Ready: Berakar Kuat Sebelum Akad” disampaikan oleh praktisi bimbingan konseling, Fitriana, yang akrab disapa Bunda Fitri. Bunda Fitri menjelaskan bahwa usia 20-an merupakan fase dewasa awal yang penting dalam pembentukan identitas diri.
“Kalau identitas belum kuat, pernikahan bisa menjadi ajang kehilangan diri. Nikah bukan sekadar soal cinta, tetapi tanggung jawab dan komitmen jangka panjang,” tegas perempuan yang menjalani pernikahan selama 20 tahun.
Bunda Fitri memperkenalkan konsep “ROOTED”, yakni memiliki akar yang kuat sebelum akad, meliputi kesiapan spiritual, emosional, mental, finansial, dan visi. Menurutnya, banyak pernikahan gagal bukan karena kurang cinta, tetapi karena kurang kesiapan.
Lima akar kesiapan yang harus dimiliki calon pasangan dipaparkan secara sistematis, yaitu akar spiritual, emosional, mental, finansial, dan visi. Pertama adalah akar spiritual berkaitan kestabilan hubungan dengan Allah dan kesadaran bahwa pernikahan adalah proyek ibadah jangka panjang.
Akar emosional menyangkut kemampuan mengelola emosi dan menyelesaikan konflik secara dewasa. Akar mental berbicara tentang kesiapan menerima perbedaan dan kritik.
Akar finansial menekankan pentingnya perencanaan dan kemampuan membedakan kebutuhan dengan gengsi. Terakhir, akar visi mengajak peserta merancang arah rumah tangga lima tahun ke depan serta konsep pengasuhan yang ingin diwujudkan.
Kegiatan juga diisi dengan diskusi kelompok untuk merefleksikan kesiapan diri dan komitmen mengikuti program Serasi hingga selesai.
Melalui Serasi Angkatan ke-3 ini, Salimah Tulungagung berharap lahir muslimah yang matang dan siap membangun keluarga yang kokoh serta penuh keberkahan. [dyta]