Dari Kopdar Lesehan Hingga Event di Mall, Salimah Jakarta Belajar ke Salimahpreneur Depok

Jakarta (31/8/2026) — Departemen Ekonomi (Depek) PW Salimah Jakarta mendampingi Depek Pimpinan Daerah (PD) melakukan studi banding ke Departemen Ekonomi PD Salimah Depok pada Sabtu (29/8). Kegiatan yang berlangsung di kantor sekretariat PD Salimah Depok ini menjadi ruang belajar dan berbagi pengalaman dalam mengembangkan program pemberdayaan ekonomi anggota melalui Salimahpreneur (SP).

 

Kegiatan diikuti 10 pengurus dari Depek PW dan PD Salimah Jakarta, meliputi Jakarta Utara, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur, serta bendahara dan Humas PW Salimah Jakarta.

Acara diawali dengan sambutan Ketua Depek PW Salimah Jakarta, Gesang Utari, dan Ketua Depek PD Salimah Depok. Selanjutnya, Ketua Depek Depok, Purwi, bersama tim berbagi pengalaman mengenai proses merintis hingga mengembangkan Salimahpreneur di Depok.

Berawal dari Kopdar Sederhana di Rumah

Salah satu hal menarik dari perjalanan Salimahpreneur Depok adalah bagaimana program tersebut tumbuh dari kegiatan yang sederhana.

Menurut Purwi dan tim, kegiatan Salimahpreneur pada awalnya tidak langsung berbentuk event besar. Mereka memulainya melalui kopdar sederhana secara lesehan di rumah, dengan mengajak tetangga dan lingkungan sekitar belajar bisnis bersama.

Informasi kegiatan tidak hanya disebarkan melalui grup internal, tetapi juga melalui grup-grup umum. Dari sana, semakin banyak masyarakat yang tertarik untuk belajar dan mengembangkan usaha.

Kopdar kemudian dilakukan secara bergilir di berbagai kelurahan dan kecamatan. Formatnya pun tidak harus besar. Para anggota dapat membawa produk masing-masing untuk diperkenalkan, dipasarkan, sekaligus membuka peluang terjadinya transaksi dan jejaring usaha.

Dari rumah-rumah warga, kegiatan berkembang ke aula kelurahan, kemudian aula kecamatan, hingga akhirnya mampu menyelenggarakan event yang lebih besar di pusat perbelanjaan, dengan kemeriahan fashion show karya anggota.

Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa program pemberdayaan ekonomi tidak selalu harus dimulai dengan kegiatan besar. Kegiatan kecil yang konsisten dapat menjadi fondasi untuk membangun komunitas dan kepercayaan.

Tidak Hanya Pelatihan, tetapi Juga Pendampingan

Dalam pengelolaannya, Salimahpreneur Depok tidak hanya berfokus pada pelatihan. Tim SP memiliki beberapa fungsi, yaitu memberikan pelatihan, melakukan pendampingan, membantu pemasaran, serta membuka akses permodalan bagi anggota.

Para anggota juga saling berbagi pengetahuan dan pengalaman usaha. Materi tidak selalu harus disampaikan oleh narasumber dari luar. Anggota yang memiliki pengalaman di bidang tertentu dapat bergantian menjadi pemateri.

Untuk memperkuat kapasitas pengelola, tim juga pernah mengikuti coaching bersama Humanity Initiative (HI) mengenai bagaimana mendapatkan dukungan permodalan.

Selain itu, Depek Depok telah memperoleh dana hibah dari BAZNAS yang turut mendukung pengembangan program pemberdayaan ekonomi.

Membangun Jejaring hingga CSR

Pengalaman lain yang menjadi perhatian dalam studi banding adalah strategi mendapatkan dukungan dari pihak eksternal.

Tim Depek Depok menjelaskan bahwa untuk mengajukan dukungan melalui program CSR perusahaan, sebuah kegiatan sebaiknya sudah memiliki rekam jejak. Karena itu, kegiatan-kegiatan kecil yang rutin dan konsisten menjadi penting.

Data pendukung seperti jumlah kegiatan, perkembangan anggota, hingga jumlah pengikut media sosial juga dapat dimasukkan dalam proposal untuk menunjukkan bahwa program memiliki komunitas dan jangkauan yang nyata.

Berbagai bentuk kegiatan kreatif pun dapat dikembangkan, misalnya demo memasak berbayar yang bekerja sama dengan brand. Berdasarkan pengalaman mereka, kegiatan demo kecantikan memiliki peminat yang cukup tinggi seperti demo baking.

Produk anggota juga dapat dipasarkan melalui Kossuma (Koperasi Salimah), sehingga keberadaan koperasi dapat menjadi salah satu saluran untuk memperluas pasar produk anggota.

Dari Kopdar Menuju Kemandirian Komunitas

Menariknya, aktivitas Salimahpreneur juga dibangun melalui semangat gotong royong. Dalam setiap kopdar, anggota dapat membawa produk untuk dipasarkan dan dilakukan transaksi bersama.

Kegiatan tersebut juga dapat menjadi sumber dana sederhana. Infak yang terkumpul dari kopdar, misalnya, dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan kegiatan seperti meja, kursi, maupun tenda bazar.

Kebiasaan sederhana juga didorong di kalangan pengurus, seperti kewajiban membeli satu produk Salimah Food setiap bulan. Pembelian bersama bahkan dapat dilakukan untuk berbagi biaya pengiriman.

Berbagai langkah tersebut memperlihatkan bahwa pemberdayaan ekonomi dapat dibangun dari ekosistem internal terlebih dahulu. Anggota menjadi pelaku, sesama anggota menjadi pasar, dan organisasi menjadi penghubung sekaligus penguat jejaring.

Menjadi Inspirasi bagi Depek Salimah Jakarta

Studi banding ini menjadi momentum bagi Depek Salimah Jakarta untuk melihat secara langsung praktik pemberdayaan ekonomi yang telah dilakukan Depek Salimah Depok.

Bukan hanya program yang dipelajari, tetapi juga proses merintis, membangun komunitas, menjaga konsistensi kegiatan, mengembangkan jejaring, hingga membuka akses pemasaran dan permodalan.

Pertukaran pengalaman kemudian dilanjutkan dengan sesi saling memperkenalkan diri dan usaha yang dijalankan masing-masing peserta. Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, kemudian ditutup dengan pertukaran bingkisan, foto bersama, dan makan siang.

Melalui studi banding ini, Depek Salimah Jakarta diharapkan dapat mengambil praktik-praktik baik yang relevan untuk dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik wilayah Jakarta.

Lebih jauh, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pemberdayaan ekonomi bukan sekadar mengajarkan anggota cara berusaha, tetapi membangun ekosistem agar anggota dapat bertumbuh, saling menguatkan, memiliki akses pasar dan modal, serta mampu berkembang bersama. [Emy]

Tags:
Komentar
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

What do you think?

Related news