Mendengarkan tausyiah yang disampaikan oleh Ustazah Lathifah menjadi sesi yang amat ditunggu. Dengan tema bertajuk “Puasa Ramadan yang Menghidupkan Hati, Bukan Sekedar Menahan Lapar”.
Dalam pengantarnya, Ustazah Lathifah mengingatkan kembali bahwa puasa adalah ibadah yang menghidupkan hati, melalui tiga dimensi sabar. Diantaranya: sabar dalam ketaatan, sabar menjauhi maksiat, dan sabar dalam menghadapi ujian.
“Hati adalah pusat amal. Bahkan amal yang dilakukan oleh seluruh anggota tubuh akan mendapatkan ganjaran sesuai dengan apa yang terdapat dalam hati. Hal ini disebutkan dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim yang berbunyi: إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ, artinya adalah “Sesungguhnya segala amal itu tergantung pada niatnya”, tuturnya.
Meskipun dilakukan secara daring, namun sejak pukul 05.00 WIB acara dimulai, peserta begitu antusias menyimak hingga selesai. Suasana menjadi hangat saat Ustazah Lathifah menyampaikan sebuah renungan di akhir penyampaian materi.
Ia menyebutkan bahwa puasa yang benar akan melahirkan takwa, bukan sekedar menahan dahaga dan lapar. Sebab hakikat puasa adalah membersihkan hati dan menahan diri dari dosa. Ramadan melatih diri agar mampu menjaga lisan dan hati dari segala keburukan/maksiat baik datangnya dari diri sendiri atau orang lain.