Acara ini merupakan pelaksanaan Renja Bakesbangpol yang menggandeng GOW dan Perguruan Tinggi sebagai mitra yang dilaksanakan pada Kamis (21/5) di Alka Caffe. Diskusi dihadiri Sekda Kabupaten Lumajang, Kepala Bakesbangpol, Dewan Penasihat GOW, Ketua GOW, serta 26 Ketua Organisasi Wanita yang tergabung di GOW Kabupaten Lumajang.
Merupakan kebanggan PD Salimah menjadi salah satu narasumber dalam diskusi ini mewakili GOW yang notabene menjadi penyambung aspirasi 26 organisasi wanita.
Ada 3 narasumber yg memberikan materi. Pertama, unsur Pemerintah diwakili Sekda Kabupaten Lumajang. Kedua, unsur GOW diwakili Ima Rusmawati. Ketiga, unsur akademisi diwakili Nurul Hayati. Masing-masing narasumber memberikan pandangan dan masukkan terkait tema di atas.
Salah satu problematik di Lumajang dalam mengatasi masalah yang muncul adalah belum optimalnya peran lembaga perempuan dalam peningkatan kualitas keluarga. Oleh karena itu, diperlukan sinergitas atau kerjasama antara Pemda, Ormas dan Perguruan Tinggi. Demikian disampaikan Sekda Kabupaten Lumajang.
Ima Rusmawati dalam pemaparannya menyampaikan bahwa pembangunan di daerah tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri, organisasi wanita mempunyai kedekatan langsung dengan masyarakat.
“Perempuan memiliki peran strategis dalam pendidikan keluarga, penguatan sosial, kesehatan masyarakat, ekonomi keluarga dan pembentukan karakter bangsa. Sinergitas Ormas dan Pemda merupakan kekuatan besar dalam membangun masyarakat yang harmonis, mandiri dan sejahtera. Kolaborasi yang baik organisasi wanita tidak hanya menjadi pelengkap pembangunan tetapi menjadi motivator perubahan sosial yang positif,” katanya.
Sedangkan menurut Direktur Akper Lumajang, Nurul Hayati, Perguruan Tinggi dan akademisi tidak hanya sebagai pusat pendidikan tetapi juga sebagai motor penggerak perubahan sosial melalui riset pengabdian masyarakat, pendidikan kebangsaan serta pemberdayaan masyarakat.
Sinergitas antara Pemda, Ormas Wanita, dan Perguruan Tinggi mutlak diperlukan karena masing- masing mempunyai peran yang saling bergandengan. Dan solusi dari permasalahan yang timbul bisa dicegah dari lini terkecil yaitu keluarga.
Hal ini sejalan dengan visi Salimah yaitu menjadi Ormas Perempuan Pelopor yang berkontribusi aktif dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Perempuan, Anak, dan Keluarga Indonesia.