Pada hari pertama, pelaksanaan Rakornas diawali dengan menggelar Training for Trainers (TFT) Kepalestinaan. Kegiatan ini bekerjasama dengan Adara Relief Internasional yang menghadirkan peserta dari berbagai organisasi kemasyarakatan, JSIT, Rumah Bunda Mulia, PD Salimah Kota Mataram, PD Salimah Lombok Barat dan mahasiswa. TFT ini bertujuan untuk memberikan pembekalan pada para peserta tentang kepalestinaan sehingga mampu memberikan edukasi dan pemahaman yang benar tentang Palestina.
Pembukaan acara Rakornas segera dilakukan setelah pelaksanaan TFT. Dibuka langsung oleh ketua PW Salimah NTB, Tjipung Multi Surjandani. Dalam sambutannya Tjipung menyampaikan bahwa Rakornas kali ini tidak hanya untuk mengenal tugas organisasi lebih mendalam, akan tetapi juga untuk menumbuhkan kesolidan kerja tim antara pengurus dan anggota PW Salimah NTB. Hal ini selaras dengan tema yang diusung pada Rakornas kali ini yaitu Soliditas Struktur Lahirkan Program Berdampak.
Selanjutnya, Rakornas dibuka dengan sambutan dari Ketua Umum yang disampaikan oleh Ketua Departemen Pengembangan Wilayah dan SDM PP Salimah, Rd Santi Nurjannah.
“Sambutan ketua umum PP Salimah ini disampaikan seragam untuk seluruh PW Salimah di seluruh Indonesia. Hal ini dimaksudkan untuk keseragaman dalam membangun kesolidan struktur organisasi Salimah hingga ke akar rumput. Rakornas juga diharapkan menjadi momentum dalam mentransformasi struktur organisasi Salimah, yang tidak hanya kuat di pusat tapi juga kuat bergerak hingga ke daerah,” ujar Santi.
Selama sehari penuh sejak pagi hingga malam hari, peserta Rakornas mengikuti seluruh agenda yang telah dijadwalkan. Mulai dengan pembekalan Pelatihan Kepemimpinan Pengurus Salimah (PKPS 2) dengan penjelasan AD/ART dan GBHO, Tata Kelola Organisasi hingga Tata Kelola LKS organisasi. Di malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi program kerja organsasi di tahun 2026 hingga pembekalan tentang manajemen konflik dalam berorganisasi.
Ketua I PP Salimah, Sinta Santi menyampaikan, pada perjalanan sebuah organisasi, akan sangat memungkinkan munculnya konflik baik di internal organisasi maupun dengan pihak eksternal.
“Apakah konflik itu selalu berarti hal yang negatif? Belum tentu. Konflik yang tidak dibawa untuk solusi maka tidak akan muncul kedamaian. Maka dari itu konflik haruslah dikelola dengan baik dan dari situlah akan hadir kedamaian,” jelasnya.
Di hari kedua, sebelum memulai agenda selanjutnya, peserta melakukan senam dan sarapan bersama. Acara kemudian ditutup dengan penyampaian materi Tata Kelola Dakwah dan Taujih dari perwakilan PP Salimah.
“Kita, pengurus Salimah ini merupakan orang-orang yang terpilih untuk diamanahi menjadi pemimpin dan kepemimpinan itu adalah sesuatu yang bergerak kolektif. Pemimpin harus mampu memberi pengaruh kebaikan tidak hanya untuk dirinya dan keluarganya, akan tetapi kebaikannya juga berdampak positif bagi lingkungan masyarakat sekitarnya. Kepemimpian itu adalah pengaruh. Maka dari itu semoga dari Rakornas kali ini kepemimpinan dari PW Salimah NTB akan semakin solid dalam menjalankan semua program kerja di masa datang,” tutup Sinta.[humas-ntb]
What do you think?
Semangat Salimah NTB