Ketua Umum Salimah
Lahir dari Kepedulian
Dua puluh enam tahun yang lalu, tepat pada 8 Maret 2000, sebuah niat mulia dicanangkan. Mungkin tampak sederhana pada awalnya, tetapi sesungguhnya menyimpan harapan yang sangat besar bagi masa depan umat dan bangsa, khususnya bagi perempuan, anak, dan keluarga.
Dari kegelisahan yang disertai kepedulian tulus, empat perempuan salehah yang tangguh memulai sebuah langkah.
Mereka menyaksikan berbagai persoalan yang dihadapi perempuan, anak, dan keluarga di negeri ini. Dari kegelisahan itulah lahir sebuah tekad: menghadirkan perubahan melalui sebuah organisasi massa muslimah.
Maka lahirlah Persaudaraan Muslimah (Salimah) — sebuah organisasi muslimah yang meneguhkan bahwa membangun bangsa harus dimulai dari menguatkan keluarga.
Perempuan dan Keluarga
Perempuan adalah rahim peradaban. Dari rahim itulah lahir generasi yang kelak di kemudian hari akan menjadi pelanjut estafet kepemimpinan bangsa.
Keluarga adalah sebuah cermin kolaborasi yang harmonis, di mana ayah berperan sebagai nakhoda yang mengarahkan ke mana dan bagaimana kapal rumah tangga berlayar mengarungi samudra kehidupan.
Sementara ibu adalah madrasah pertama yang menanamkan nilai, iman, dan akhlak sejak anak masih berada dalam kandungan.
Ketika keduanya berjalan dalam harmoni, akan lahir dan tumbuh generasi yang kokoh iman, luas ilmu, dan tangguh kepribadiannya.
Dari keluarga-keluarga yang tangguh itulah akan terbentuk masyarakat yang kuat sebagai bagian dari entitas bangsa.
Jika keluarga-keluarga kuat itu tumbuh di seluruh penjuru negeri, membentuk masyarakat yang mumpuni, arif, bijaksana, serta berakhlakul karimah, maka insya Allah akan terwujud:
baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur
sebuah negeri yang baik dan berada dalam ampunan Allah.
Perjalanan Kesabaran dan Ketekunan
Perjalanan menuju cita-cita itu tentu bukanlah perjalanan sesaat. Ini adalah perjalanan panjang yang membutuhkan kesabaran dan ketekunan.
Seperti menanam pohon: dimulai dari benih yang ditanam dengan harapan, dirawat dengan kesungguhan, disirami dengan kesabaran, hingga akhirnya tumbuh menjadi pohon yang kokoh.
Akarnya menghujam kuat ke dalam tanah. Batangnya menjulang tinggi. Cabang-cabangnya meluas. Daunnya rindang memberi keteduhan. Dan buahnya menghadirkan manfaat bagi siapa pun yang berada di sekitarnya.
Sebagaimana firman Allah dalam Surat Ibrahim ayat 24:
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِى ٱلسَّمَآءِ
Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik; akarnya teguh dan cabangnya menjulang ke langit.
Begitulah Salimah bertumbuh.
Akarnya menghujam kuat dalam nilai-nilai Islam, meneguhkan akidah sebagai fondasi kehidupan. Batangnya menjulang melalui berbagai program dakwah, pendidikan, dan ekonomi yang terus berkembang menjawab persoalan dan tantangan zaman serta kebutuhan masyarakat.
Cabang-cabangnya menjangkau berbagai daerah, menghadirkan ruang persaudaraan bagi para perempuan untuk saling menguatkan. Di bawah kerindangannya tumbuh rasa kebersamaan, kenyamanan, dan kebahagiaan bagi para pengurus, anggota, dan keluarga besar Salimah.
Dan buahnya adalah kemanfaatan—manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat luas, para mitra dan jejaring, bahkan oleh siapa pun yang berinteraksi dengan Salimah.
Kisah Kesetiaan dan Dedikasi
Kini 26 tahun perjalanan telah dilalui.
Ini bukan sekadar angka usia. Ini adalah kisah tentang kesetiaan dan dedikasi pada perjuangan. Tentang langkah-langkah kecil yang dijaga dengan konsistensi. Tentang kontribusi yang terus bertumbuh bersama umat.
Namun perjalanan ini belum selesai.
Di usia yang semakin matang ini, benih-benih kebaikan harus terus ditebar. Agar pohon kemanfaatan ini semakin luas memainkan perannya dalam kehidupan. Agar tidak hanya menjadi pohon yang buahnya dinanti dan dinikmati, tetapi juga menjadi pohon yang keberadaannya dicari dan dirindukan.
Agar kehadiran Salimah semakin berdampak bagi kemaslahatan umat. Semakin banyak perempuan yang berdaya. Semakin banyak keluarga yang kokoh. Dan semakin banyak generasi yang siap menyongsong masa depan bangsa.
Salimah dalam Ranah Internasional
Di ranah internasional, Salimah pun ingin turut berkontribusi bagi kemuliaan perempuan, anak, dan keluarga, khususnya di Palestina—tanah para nabi, tempat berdirinya Masjidil Aqsa, tempat bersejaraah, peristiwa mi’raj Rasulullah SAW saat menerima perintah shalat lima waktu, serta kiblat pertama umat Islam.
Saat ini Masjidil Aqsa tidak dapat menjalankan fungsinya secara bebas. Perempuan dan anak-anak Palestina hidup dalam tekanan, ancaman, serta berbagai bentuk kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh penjajah.
Sebagai organisasi yang peduli pada persoalan perempuan, anak, dan keluarga, Salimah akan terus membersamai perjuangan perempuan, anak, dan keluarga Palestina hingga Baitul Maqdis merdeka dari penjajahan dan Masjidil Aqsa kembali pada kemuliaannya.
Bertumbuh Bersama Umat, Mengokohkan Keluarga Indonesia
Dengan semangat “Bertumbuh Bersama Umat, Mengokohkan Keluarga Indonesia”, Salimah terus meneguhkan perannya sebagai bagian dari ikhtiar besar membangun peradaban bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Di usia yang semakin dewasa ini, Salimah—yang memiliki visi menjadi ormas perempuan pelopor yang berkontribusi aktif dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan, anak, dan keluarga Indonesia—membuka diri untuk terus bekerja sama dan bermitra dengan berbagai pihak. Sebab tugas mulia ini tidak mungkin diemban sendirian.
Akhirnya, Salimah menyadari bahwa seluruh langkah perjuangan ini tidak pernah berdiri sendiri, melainkan merupakan estafet kepemimpinan dari masa ke masa.
Lantunan Al-Fatihah dan doa terbaik kami haturkan untuk para pendiri serta seluruh pengurus Salimah, baik yang masih membersamai perjuangan ini maupun yang telah berpulang ke rahmatullah.
Semoga Allah mengampuni segala khilafnya, menerima seluruh amal salehnya sebagai salah satu amal jariyah terbaik di sisi-Nya, serta melimpahkan rahmat dan keberkahan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Segala daya, ikhtiar, dan dedikasi ini pada akhirnya berpulang kepada Sang Pemilik kehidupan.
Dengan memohon pertolongan, keridhaan, dan inayah-Nya, berbekal tawakal dan basmalah, insya Allah Salimah akan terus bertumbuh, berkembang, dan menebarkan keberkahan bagi umat dan bangsa.
Billahi taufiq wal hidayah wa inayah
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
18 Ramadhan 1447 H
8 Maret 2026
What do you think?
Alhamdulillah Barokah di usia yg ke 26th SALIMAH. sdh begitu byk memberi & menguatkan iman kita semoga selalu Di Ridoi semua yg di menjadi pendukung nya utk Kebaikan Umat Muslimah🤲👍🙏
Do’a terbaik untuk semuanya 💜
Baarakallahu fiikum teman-teman seperjuangan di Salimah