Rapat koordinasi dipimpin oleh Sekretaris PD Salimah Kabupaten Bogor, Ajeng Kamaliah, dan diikuti oleh seluruh jajaran pengurus lintas departemen. Forum ini menjadi ruang musyawarah untuk memperkuat ukhuwah, menyatukan arah gerak organisasi, serta merumuskan langkah strategis yang berorientasi pada kemaslahatan umat.
Ketua PD Salimah Kabupaten Bogor, Anie Rakhmawati, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus atas keikhlasan dan kesungguhan dalam mengemban amanah organisasi. Ia menegaskan bahwa setiap ikhtiar yang dijalankan dengan niat yang lurus akan bernilai ibadah di sisi Allah SWT.
“Salimah bukan sekadar wadah berkegiatan, tetapi ruang untuk saling menguatkan dalam kebaikan. Semoga melalui rapat koordinasi ini, Allah menyatukan hati, meluruskan niat, dan menjadikan setiap langkah sebagai amal saleh yang membawa keberkahan,” ujarnya.
Agenda rapat dilanjutkan dengan pemaparan program kerja dari masing-masing departemen, baik yang telah berjalan maupun rencana program tahun 2026. Sejumlah program masih dalam tahap penyusunan sambil menunggu arahan serta program turunan dari Pimpinan Wilayah Salimah Jawa Barat agar tetap selaras dengan kebijakan organisasi.
Salah satu program yang mendapat perhatian peserta rapat adalah Someah (Sekolah Umroh Salimah), program dari Departemen Ekonomi. Ketua Departemen Ekonomi Salimah Kabupaten Bogor, Septina Marryanti, menjelaskan bahwa Someah dirancang untuk membantu calon jamaah mempersiapkan ibadah umroh secara lebih tenang dan terarah.
“Someah tidak hanya memfasilitasi persiapan perjalanan ibadah, tetapi juga membekali peserta dengan pemahaman serta kesiapan umroh, baik secara lahir maupun batin,” jelas Septina.
Paparan tersebut mendapat respons positif dari para peserta rapat. Antusiasme terlihat dari diskusi dan ketertarikan pengurus untuk mempersiapkan diri menunaikan ibadah umroh melalui program Someah.
Rapat koordinasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menghadirkan program-program Salimah Kabupaten Bogor yang tidak hanya terukur secara organisasi, tetapi juga bernilai ibadah serta memberikan manfaat nyata bagi perempuan, keluarga, dan masyarakat.