Salimah Gorontalo Luncurkan Sekolah Pranikah

Gorontalo (17/5/2026) – Pimpinan Wilayah Persaudaraan Muslimah (PW Salimah) Gorontalo resmi meluncurkan Sekolah Pranikah Salimah (Serasi) dengan tema “Menjemput Cinta di Bulan Zulhijjah”. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kantor Guru dan Tenaga Kependidikan, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Kegiatan ini diikuti oleh 58 peserta ini menjadi langkah strategis Salimah dalam membekali generasi muda menghadapi kehidupan pernikahan secara lebih matang dan penuh kesiapan.

 

Ketua PW Salimah Gorontalo, Yulianti Kadir, menyoroti fenomena yang banyak terjadi di kalangan anak muda saat ini, yakni fokus pada persiapan pesta pernikahan tanpa diimbangi kesiapan mental dan spiritual.

“Banyak anak muda yang memasuki pernikahan, tapi yang dipersiapkan hanya pestanya. Sementara untuk mempersiapkan jiwa itu belum,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pernikahan bukan sekadar penyatuan dua individu, melainkan pertemuan dua kehidupan dengan latar belakang dan harapan yang berbeda sehingga membutuhkan kesiapan diri yang kuat.

“Nikah itu bertemunya dua kehidupan, dua harapan yang harus saling menerima. Cinta tidak hanya cukup dengan rasa, tapi perlu iman yang kokoh,” tambahnya.

Peluncuran Sekolah Pranikah Salimah dilakukan oleh Fidiyarini Partiwi selaku Ketua Departemen Diklat PP Salimah. Ia menyampaikan bahwa program Serasi hadir sebagai ruang pembelajaran bagi calon pasangan agar memperoleh pemahaman yang benar dan terpercaya tentang kehidupan pernikahan.

“Mencari khazanah, memperoleh informasi yang bisa dipercaya kebenarannya,” ungkapnya.

Setelah prosesi, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi bertajuk “Antara Kesepian dan Kesiapan” oleh Ibu Fidiyarini. Peserta diajak memahami pentingnya kematangan diri sebelum memasuki pernikahan, serta membedakan antara dorongan emosional sesaat dengan kesiapan yang sesungguhnya.

Peserta juga diajak merefleksikan bahwa pernikahan bukan solusi dari rasa kesepian, melainkan sebuah komitmen besar yang membutuhkan kesiapan mental, emosional, dan spiritual. Dengan pemahaman tersebut, diharapkan setiap individu mampu membangun rumah tangga yang kokoh dan berlandaskan nilai-nilai keimanan.

Melalui program Serasi, Salimah berharap dapat berkontribusi dalam menciptakan generasi keluarga yang lebih siap, harmonis, dan berkualitas di masa depan. [SAH/IN]

Komentar
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

What do you think?

Related news