Ketua Umum Salimah Reni Anggrayni hadir bersama 16 perwakilan ormas dan lembaga yang bergabung dalam KNPK.
Prof. Dr. Ir. Euis Sunarti, M.Si. selaku Ketua Umum KNPK menyampaikan bahwa knowledge management menjadi salah satu agenda penting yang diangkat oleh KNPK agar menjadi program bersama dengan ormas lain yang memang sudah memiliki visi yang sama.
“Banyak tulisan dan referensi melalui media dibuat justeru oleh pihak- pihak yang mendukung gerakan LGBT yang jelas bertentangan dengan norma keluarga”, papar Euis.
“Contoh lain adalah Pendidikan Seksual Komprehensif atau Comprehensive Sexuality Education (CSE) menjadi modul rujukan BKKBN dalam sosialisasi pendidikan sex untuk remaja dan pasangan yang akan menikah, padahal CSE adalah referensi yang dikeluarkan oleh pihak yang tidak sejalan dengan tujuan utama keluarga.
KNPK merealisasikan program-programnya melalui beberapa bidang yaitu kepakaran, jejaring kelembagaan dan knowledge management.
Euis juga mengharapkan KNPK bisa menjadi assosiasi yang memiliki kompetensi yang dijadikan rujukan terkait dengan penguatan keluarga.
Retno Wijayanti selaku bendahara KNPK juga memberikan paparan mengenai Policy Brief yang dicanangkan KNPK melalui produk-produk, salah satunya ada aplikasi Famlink yang bisa digunakan untuk mengukur kerentanan dalam keluarga yang bisa diunduh melalui playstore.
Reni Anggrayni turut memberikan masukan terkait dengan pemuliaan keluarga yaitu meminta kepada pimpinan organisasi dan lembaga untuk aktif memberikan ulasan dan tulisan tentang ketahanan keluarga melalui website, media sosial dan beberapa sarana penyiaran lain agar bisa menjadi referensi rujukan.
Reni juga menyampaikan agar KNPK bisa mengajukan konselor keluarga melalui balai kemnaker sebagai peluang yang bisa dimanfaatkan.