Acara dihadiri oleh Ketua Umum Salimah, Reni Anggrayni, yang memberikan arahan dan motivasi kepada para peserta. Reni menegaskan pentingnya pemberdayaan ekonomi perempuan sebagai bagian dari penguatan ketahanan keluarga dan masyarakat.
“Program kebermanfaatan seperti BMM ini bukan sekadar bantuan ekonomi, tetapi ikhtiar bersama untuk menumbuhkan kemandirian, kepercayaan diri, dan keberlanjutan usaha para pelaku UMKM perempuan,” ujarnya.
Sebanyak 19 orang peserta UMKM tercatat sebagai penerima manfaat program BMM dalam dua periode kegiatan. Mereka berasal dari berbagai bidang usaha mikro yang selama ini mendapatkan pendampingan dan dukungan penguatan usaha melalui kolaborasi Salimah dan BMM.
Ketua PD Salimah Kota Bekasi yang diwakili Ketua Koperasi Kossuma Kota Bekasi, Pipih Suprihatin, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Salimah untuk terus menghadirkan program-program yang berdampak langsung bagi anggota dan masyarakat.
“Kami berharap para penerima manfaat dapat terus mengembangkan usahanya, meningkatkan kualitas produk, serta menjadi inspirasi bagi UMKM perempuan lainnya,” ungkapnya.
Selain sesi sambutan dan pemaparan program, kegiatan juga diisi dengan dialog interaktif, berbagi pengalaman usaha, serta penguatan nilai-nilai keislaman dalam berwirausaha.
Melalui kegiatan Temu UMKM ini, Salimah Kota Bekasi menegaskan perannya sebagai organisasi perempuan yang konsisten mendorong peningkatan kualitas hidup perempuan, anak, dan keluarga Indonesia, khususnya melalui penguatan ekonomi berbasis komunitas. [nhs]