Ketua PD Salimah Mimika, Nursin Damig, menyampaikan bahwa tema yang diangkat menjadi pengingat pentingnya hijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Menurutnya, perempuan yang berdaya, anak yang terlindungi, dan keluarga yang sejahtera merupakan fondasi bagi lahirnya generasi unggul dan kemajuan bangsa.
Acara dilanjutkan dengan tausiah oleh Ermiati, yang mengajak seluruh peserta untuk memaknai hijrah sebagai perubahan menuju kebaikan yang dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan. Ia menegaskan bahwa perempuan memiliki peran penting sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan kebaikan di tengah masyarakat.
Salah satu rangkaian kegiatan yang paling menyentuh adalah santunan anak yatim yang dipandu oleh Siti Rahmawati. Sebelum santunan diberikan, peserta diajak mengikuti sesi refleksi dan doa. Setiap peserta menuliskan doa dan harapan pada lembar kertas, kemudian mendoakan serta memberikan dukungan kepada anak-anak yatim yang hadir. Santunan diberikan kepada 20 anak yatim, terdiri dari anak laki-laki dan perempuan.
Usai santunan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi The Living Qur’an yang juga dipandu oleh Siti Rahmawati. Dalam sesi ini, peserta diajak berinteraksi lebih dekat dengan Al-Qur’an melalui tadabbur dan refleksi ayat. Beberapa peserta membagikan hikmah yang diperoleh serta langkah nyata yang akan dilakukan sebagai bentuk implementasi pesan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai wujud kepedulian terhadap sesama, kegiatan ditutup dengan aksi solidaritas untuk Palestina. Melalui ajakan bersama, peserta menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu masyarakat Palestina yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan.
Melalui Gebyar Muharram 1448 H, PD Salimah Mimika berharap semangat hijrah tidak hanya menjadi seremonial tahunan, tetapi menjadi gerakan nyata untuk melahirkan perempuan yang berdaya, anak-anak yang terlindungi, keluarga yang sejahtera, serta masyarakat yang peduli dan penuh kasih terhadap sesama.
Tags: