Dalam kunjungan ini terjalin kesepakatan kerjasama antara Kepala MA Miftahunnajah Muslikh Bahaddur dengan Ketua PD Salimah Kabupaten Sleman. Program yang dirancang diberi nama “Serasi Belia” (Sekolah Pranikah Salimah Indonesia), sebuah program pembinaan komprehensif yang mendasar bagi santri kelas XII.
Muslikh Bahaddur menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari ikhtiar madrasah untuk menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara mental, sosial, dan spiritual.
“Kami ingin lulusan MA Miftahunnajah benar-benar siap menghadapi kehidupan setelah madrasah, baik di masyarakat, dunia pendidikan lanjutan, maupun dalam kehidupan berkeluarga. Program Serasi Belia ini menjadi bentuk kepedulian madrasah terhadap masa depan siswa secara utuh,” ujarnya.
Program Serasi Belia direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Juni 2026 sebelum santri kelas XII Tahun Pelajaran 2025/2026 dinyatakan lulus. Materi pembekalan disusun dalam lima modul, yaitu:
1. Modul Keagamaan
Melaksanakan kegiatan menjaga kehormatan diri agar selamat di dunia dan akhirat.
2.Modul Psikologi
Melaksanakan kegiatan menjaga pergaulan yang sehat dan bertanggung jawab, bahagia, dan terencana sehingga mampu bersosialisasi dengan masyarakat.
3.Modul Kesehatan
Melaksanakan kegiatan menjaga pola hidup sehat.
4.Modul Hukum
Melaksanakan kegiatan pemahaman terhadap hukum agar bertanggung jawab dalam menjaga kehormatan diri dan keluarga.
5.Modul Ekonomi dan Keterampilan
Melaksanakan kegiatan membangun keahlian dasar rumah tangga dan kemandirian diri yang baik.
Ketua Salimah Kabupaten Sleman, Ima Nurhikmah, menyambut baik kolaborasi ini dan menegaskan komitmen Salimah untuk berkontribusi dalam pembinaan generasi muda agar siap menjadi pribadi yang berdaya dan berakhlak.
“Melalui Serasi Belia, kami berharap para siswa memiliki bekal soft skills dan pemahaman kehidupan yang memadai, sehingga mampu mengambil peran positif di tengah masyarakat serta membangun masa depan yang lebih baik,” jelasnya.
Kerja sama antara MA Miftahunnajah dan Salimah Kabupaten Sleman diharapkan menjadi model kolaborasi berkelanjutan antara lembaga pendidikan dan organisasi masyarakat dalam menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan iman, ilmu, dan akhlak mulia.