Semarak Muharram Salimah Bekasi Barat Gelar Forsil Majelis Taklim

Bekasi (25/06/2026) – Forum Silaturahmi (Forsil) Majelis Taklim Salimah Bekasi Barat menggelar Semarak Muharram 1448 H pada Rabu (24/6/2026) di Masjid Nurani, Kranji, Bekasi Barat. Kegiatan bertema “Hijrah untuk Negeri: Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Keluarga Sejahtera” dihadiri sekitar 250 jamaah. Acara berlangsung penuh semangat dan kekeluargaan, menghadirkan tokoh-tokoh masyarakat, pengurus majelis taklim, serta para muslimah dari berbagai wilayah di Kelurahan Kranji dan sekitarnya.

 

Semarak Muharam terselenggara atas kerja sama PC Salimah Bekasi Barat dengan Majelis Taklim Masjid Nurani sebagai tuan rumah. Hadir dalam kegiatan ini perwakilan Majelis Taklim At-Taufiq, At-Taqwa, Al-Hidayah, Faturrohman, Al-Muqrimin, Hidayatul Husna, La Tahzan, serta jamaah dari berbagai majelis taklim lainnya di sekitar Masjid Nurani.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DKM Masjid Nurani Drs. H. Asep Husni Labib, imam tetap Masjid Nurani Ustadz M. Muhsinun, pembina Majelis Taklim Masjid Nurani Ustadzah Hj. Rohaya, Ketua Pengurus Majelis Taklim Masjid Nurani Ustadzah Masmana, beserta jajaran dan para undangan.

Dalam tausiyahnya, Dr. Hj. Tri Handayani mengajak para muslimah menjadikan momentum Muharram sebagai sarana hijrah menuju pribadi yang lebih baik, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa.

Ia menjelaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam membangun peradaban dan menegakkan negeri melalui lima karakter utama. Pertama, Al-Madrasah, yaitu perempuan yang cerdas dan menjadi pusat pendidikan pertama bagi anak-anaknya. Kedua, As-Sakan, perempuan yang menjadi pendamping setia dan sumber ketenangan bagi keluarga.

Ketiga, Al-Mudabbirah, perempuan yang mampu mengelola keuangan rumah tangga secara bijak. Keempat, Ash-Shaburah, perempuan yang memiliki kesabaran dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. Kelima, Al-Afifah, perempuan yang menjaga kehormatan diri dan keluarganya.

“Ketika seorang perempuan mampu menjalankan perannya sebagai pendidik, pendamping, pengelola, pribadi yang sabar, dan penjaga kehormatan, maka ia sedang membangun fondasi kokoh bagi lahirnya generasi terbaik bangsa,” ujar Ustadzah Tri Handayani.

Ia juga mengingatkan keutamaan perempuan yang dijanjikan kemuliaan oleh Allah SWT. Perempuan yang menjaga shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kehormatan dirinya, serta taat kepada suami dalam perkara yang ma’ruf, akan dipersilakan masuk surga melalui pintu mana saja yang ia kehendaki.

Selain itu, Ustadzah Tri Handayani menekankan pentingnya kesabaran dalam mendidik anak. Menurutnya, terdapat beberapa kunci utama yang harus dimiliki orang tua, yaitu memahami bahwa anak adalah titipan Allah SWT, mengenali kelebihan dan kekurangan setiap anak, menjadi teladan yang baik dalam kehidupan sehari-hari, serta senantiasa mengiringi pertumbuhan anak dengan dukungan dan kata-kata yang positif.

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias hingga akhir acara. Semangat hijrah yang diusung dalam peringatan Tahun Baru Islam ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh peserta untuk terus memperbaiki diri, memperkuat ketahanan keluarga, dan berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang lebih baik. [NHs]

Komentar
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

What do you think?
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related news