Di Pimpinan Pusat sendiri kegiatan berlangsung tiga hari berturut-turut. Dimulai dengan khataman Al-Qur’an oleh seluruh pengurus pada Jumat dan Sabtu (6-7/3). Dilanjutkan dengan santunan dan berbagi makanan untuk yatim dan dhuafa pada Ahad (8/3). Puncak acara ditandai dengan syukuran milad Salimah ke-26 di hari yang sama.
Dalam acara milad, Ketua Umum Salimah, Reni Anggrayni, menyampaikan berbagai kontribusi Salimah untuk perempuan, anak, dan keluarga. Kontribusi nyata Salimah, kata Reni, diwujudkan melalui berbagai program kerja yang dijalankan oleh tiga departemen utama.
“Departemen Dakwah menghadirkan program Forum Silaturahmi Majelis Taklim (Forsil MT). Alhamdulillah terdapat 57.864 MT. Melalui program ini diharapkan berbagai majelis taklim yang berada di suatu kelurahan/desa, kecamatan, maupun daerah dapat saling mengenal, memperkuat ukhuwah, memperluas jaringan, serta menambah wawasan keilmuan,” ungkapnya.
Program lain dari Departemen Dakwah adalah Program Pembinaan Anak Yatim dan Dhuafa (P2AYD). Program ini mengajak para muhsinin untuk memberikan perhatian dan pemuliaan kepada anak yatim sebagaimana pesan Rasulullah SAW. Alhamdulillah Salimah telah memuliakan sejumlah 20.794 anak yatim.
Sebagai upaya pemuliaan yang lebih berkelanjutan, Salimah sedang mempersiapkan modul pembinaan anak yatim dan dhuafa yang disusun berdasarkan usia, jenis kelamin, serta minat dan bakat mereka. Selain pembinaan keislaman, program ini juga akan memuat materi pendidikan karakter, kepemimpinan, dan berbagai kecakapan hidup.
“Dengan demikian, terjadi transformasi dari sekadar santunan menjadi pengembangan sumber daya manusia bagi anak-anak yatim dan dhuafa, sehingga mereka dapat dipersiapkan sebagai bagian dari calon pemimpin bangsa,” imbuh Reni.
Departemen Pendidikan dan Pelatihan menghadirkan program Sekolah Pra Nikah (Serasi) yang membantu para pemuda dan pemudi mempersiapkan diri memasuki pernikahan. Jumlah peserta Serasi sebanyak 6.166 orang.
“Program ini memberikan bekal untuk menjadi suami dan ayah yang bertanggung jawab, serta istri dan ibu yang berperan strategis dalam keluarga. Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman tentang ketahanan ekonomi keluarga sebagai salah satu upaya untuk membantu meminimalkan angka perceraian dalam rumah tangga,” tuturnya.
Sebagai bentuk pemuliaan terhadap para lansia, Salimah juga menghadirkan Sekolah Lansia Salimah (Salsa) dengan jumlah peserta 8.776 orang. Melalui program ini diharapkan para lansia tetap produktif, sehat, dan bahagia dalam menjalani masa lanjut usia.
Departemen Ekonomi memiliki dedikasi dalam memberikan edukasi dan literasi mengenai ekonomi syariah (ekosyar) kepada pengurus, anggota, serta masyarakat umum. Dengan pemahaman tersebut diharapkan terbangun ketahanan ekonomi yang aman, sehat, dan sesuai dengan prinsip syariah.
Sebagai wadah pembelajaran bagi para pelaku UMKM untuk berkembang, memperluas jaringan, dan meningkatkan kapasitas usaha, Salimah juga menghadirkan program Salimah Preneur. Hingga saat ini sudah terdapat 2.502 UMKM yang tergabung maupun dibina oleh Salimah.
Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid diakhiri dengan buka puasa bersama.