Menurut Ketua LWS, Diana Widyasari, webinar ini bertujuan untuk meningkatkan literasi wakaf pengurus LWS serta memperkenalkan dan memberikan pemaparan lebih lanjut tentang proyek wakaf produktif Omah Salimah Samirono.
Webinar kali ini menampilkan narasumber Nani Handayani, tokoh perempuan yang aktif di bidang wakaf. Ia menyampaikan bahwa wakaf merupakan amal jariyah yang pahalanya terus mengalir meskipun pewakaf telah meninggal dunia. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Munafiqun ayat 9–10.
“Wakaf juga menjadi fondasi penting dalam peradaban Islam. Terbukti dari operasional Masjidil Haram dan Masjid Nabawi yang ditopang oleh wakaf, serta contoh wakaf Utsman bin Affan yang memberikan manfaat berkelanjutan hingga saat ini,” ujarnya.
Nani juga menyebut jika tujuan wakaf adalah untuk mensejahterakan manusia. Melalui Lembaga Wakaf Salimah (LWS), harta wakaf dikelola secara produktif dan dapat dimanfaatkan untuk ibadah, pendidikan, fakir miskin, penguatan ekonomi umat, serta kesejahteraan umum, khususnya perempuan, ibu, anak, dan keluarga. Prinsip utama wakaf adalah keabadian, di mana harta wakaf tidak boleh ditarik kembali, melainkan dikelola secara amanah agar manfaatnya terus mengalir.
Webinar juga diisi dengan pemaparan proyek Omah Salimah Samirono. Ini merupakan proyek wakaf produktif berupa penginapan syariah dengan 10 unit yang dilengkapi private pool.
Secara bisnis, Omah Salimah Samirono memiliki target jangka panjang pengembangan hingga 37 cabang di seluruh Indonesia, yang hasil usahanya diharapkan dapat menopang pembiayaan program sosial dan dakwah Salimah.
Berdasarkan analisis pasar, sektor pariwisata di Yogyakarta menunjukkan tren peningkatan jumlah wisatawan yang signifikan, sehingga dinilai memiliki potensi bisnis yang kuat. Proyeksi keuangan menunjukkan adanya potensi pendapatan dan keuntungan dengan skema investasi selama 10 tahun menggunakan akad musyarakah mutanaqisah, di mana keuntungan dikelola dan direinvestasikan oleh LWS. Proyek ini ditargetkan mencapai break even point (BEP) dalam 4,23 tahun.
Salimah berharap ilmu dan semangat berwakaf tidak berhenti pada webinar ini, melainkan berlanjut dalam praktik di masyarakat, sehingga semakin banyak pihak yang berpartisipasi sebagai wakif dan kemanfaatan wakaf dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Diharapkan Proyek Omah Salimah Samirono menjadi model wakaf produktif yang berkelanjutan dalam mendukung program dakwah dan kemaslahatan umat.
What do you think?
Semoga Allah mudahkan pengumpulan waqaf ini, dan menjadi amal shalih baik bagi nadzir maupun waqifnya, aamiin…