Ketua Umum Salimah
Kenaikan harga emas menyebabkan naiknya batas nisab zakat maal. Sebagian orang merasa terbebas dari zakat karena tidak mencapai nisab. Namun, ada juga sebagian lainnya yang ingin berzakat dan dapat berbagi, namun kemampuannya belum mencapai nisab.
Kenaikan harga emas adalah acuan perhitungan nisab, bukan alasan untuk berhenti berbagi. Karena kepedulian tidak diukur dari batas minimal kewajiban, tetapi lahir dari besarnya empati.
1. Zakat memiliki peran besar sebagai salah satu solusi dalam mengatasi persoalan ekonomi umat
Indonesia memiliki potensi zakat yang luar biasa. Berdasarkan kajian Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), potensi zakat nasional diperkirakan mencapai lebih dari Rp300 triliun per tahun. Namun, realisasi penghimpunannya dari data beberapa tahun terakhir menunjukkan penghimpunan zakat nasional berada pada kisaran puluhan triliun rupiah.
Bisa kita bayangkan apabila penghimpunan ZISWAF ini dapat dioptimalkan, berapa banyak keluarga-keluarga pra sejahtera, para penyintas bencana, serta saudara-saudara di Palestina yang membutuhkan bisa dibantu.
Jika potensi ZISWAF terhimpun optimal, maka
• kemiskinan dapat ditekan, keluarga pra sejahtera dapat menerima penyaluran ZISWAF sebagai bagian dari 8 asnaf, baik bantuan itu bersifat sesaat atau insidental saat itu maupun bantuan jangka panjang seperti bantuan permodalan,
• pendidikan anak-anak mereka juga terbantu.
Kemiskinan teratasi secara berproses menuju sejahtera, kesehatan terperhatikan, pendidikan terpenuhi, ilmu akan berkembang menjadi berdaya dalam peningkatan ekonomi, ekonomi meningkat, maka komitmen dalam menjalankan Islam akan semakin baik.
Selain itu, dana-dana ZISWAF juga dapat membantu korban bencana hingga dapat tertangani lebih cepat. Juga saudara kita di Palestina dan wilayah konflik mendapat bantuan berkelanjutan.
2. Ramadhan merupakan momentum menguatkan kepedulian
Kita dilatih menahan lapar dan merasakan lapar saudara kita. Kita masih bisa bergelut dengan aneka menu berbuka dan sahur, berburu takjil, menyiapkan mukena terbaik untuk tarawaih. Sementara saudara-saudara kita penyintas bencana, jangankan berfkkir menu apa untuk berbuka dan sahur, barangkali untuk menunaikan sholat yang khusyu’ di tempat yang nyaman pun tidak menungkinkan.
Dsmikian jua dengan saudara-saudara kita di Palestina yang saat ini memasuki musim dingin.
Hari ini, di wilayah bencana, pelosok negeri, hingga Palestina, banyak keluarga menunggu uluran tangan. Mereka tidak menunggu jumlah besar. Mereka menunggu kepedulian.
Mengapa Kita Harus Tetap Semangat Berzakat dan Berbagi?
1. Karena banyak saudara kita membutuhkan
2. Membantu orang lain adalah jalan turunnya pertolongan Allah
3. Menguatkan keyakinan akan pertolongan Allah
Berbagi saat lapang adalah kebaikan. Berbagi saat sempit adalah bukti kepedulian.
Berbagi tidak harus banyak. Bisa dibayangkan, apabila ZISWAF ini menjadi sebuah gerakan masif. Semua mengumpulkan apa yang bisa dibèrikan. Walau hanya seidikit, berkumpul akan menjadi bukit dan tentunya akan berdampak. Inilah kekuatan zakat sebagai pilar kesejahteraan umat.
3. Peran Strategis Muslimah dalam mengatur keuangan keluarga hingga dapat disisihkan untuk bisa berbagi
Rizqi yang disisihkan dalam bagian uang keluarga akan menjadi pupuk keberkahan rizqi rumah tangga. Dan akan menjadi pupuk keberkahan tumbuhkembangnya anak-anak dalam keluarga.
Setiap rupiah yang kita keluarkan di jalan Allah tidak mengurangi harta, melainkan menyucikan dan melipatgandakannya.
4. Pertolongan Allah hadir melalui rezeki yang dimudahkan, urusan yang dilancarkan, dan hati yang ditenangkan
Dan semua bermula dari satu langkah kecil, yakni berbagi.
Mari kita menghidupkan zakat, menguatkan infak, membiasakan sedekah, dan mengembangkan wakaf.
Bukan karena kita berlebih, tetapi karena kita peduli. Bukan karena kita mampu, tetapi karena kita ingin Allah memampukan.
Semoga Allah menjadikan kita hamba yang ringan tangan dalam berbagi, kuat dalam iman, dan tulus membantu sesama.
*disampaikan pada kajian Salimah Berbagi Ilmu Online (Sabil@) Ramadan Ahad, 22 Februari 2026 bertema “Harga Emas Melambung Tinggi, Bagaimana Nisab Menemui Solusi?”
What do you think?
It’s interesting how the rise in gold prices has led to changes in the nisab threshold. I wonder if there’s enough awareness among the community about how this affects their zakat contributions, especially for those who may feel exempt now.