Sekolah Pranikah Salimah Gorontalo Bekali Peserta dengan Psikologi Pasangan

Gorontalo (31/5/2026) – Pimpinan Wilayah (PW) Salimah Gorontalo menyelenggarakan Sekolah Pranikah Salimah (Serasi) pertemuan kedua pada Ahad (31/5) di Aula MIT Al-Ishlah Lantai 2. Kegiatan yang dihadiri oleh 25 orang peserta merupakan upaya Salimah dalam mempersiapkan generasi muda menuju kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah melalui pembekalan ilmu serta keterampilan berkeluarga.

 

Pertemuan kali ini menghadirkan tiga narasumber dengan materi yang saling melengkapi dalam membangun fondasi pernikahan yang kuat.

Materi dengan tema Psikologi Pasangan disampaikan oleh psikolog Temy Andreas Habibie. Ia menjelaskan pentingnya memahami karakter, kepribadian, serta kebutuhan emosional pasangan sebagai bekal dalam membangun hubungan yang sehat dan harmonis. Temy menekankan bahwa perbedaan karakter bukanlah penghalang dalam rumah tangga, melainkan sesuatu yang perlu dipahami dan dikelola dengan baik.

“Pernikahan bukan hanya tentang menemukan pasangan yang tepat, tetapi juga tentang bagaimana menjadi pasangan yang tepat. Pemahaman terhadap diri sendiri dan pasangan akan membantu menciptakan hubungan yang lebih harmonis,” jelasnya di hadapan para peserta.

Materi kedua dibawakan oleh Mulhimmah S. Kau dengan tema Komunikasi Efektif dalam Rumah Tangga. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami pentingnya komunikasi sebagai kunci utama dalam menjaga keharmonisan keluarga. Mulhimmah menjelaskan bahwa komunikasi yang baik tidak hanya berbicara, tetapi juga kemampuan mendengar, memahami, dan menyampaikan pesan dengan bijak.

Ia mengingatkan bahwa banyak konflik rumah tangga berawal dari miskomunikasi. Oleh karena itu, calon pasangan perlu membiasakan komunikasi yang jujur, terbuka, dan penuh penghargaan terhadap pasangan.

Sesi terakhir, Manajemen Konflik dan Emosi, disampaikan oleh Lukmanto Abdullah. Lukmanto menjelaskan bahwa konflik merupakan hal yang wajar dalam kehidupan rumah tangga. Namun, yang terpenting adalah bagaimana pasangan mampu mengelola konflik dan mengendalikan emosi agar tidak menimbulkan dampak yang merusak hubungan.

Peserta diberikan berbagai strategi dalam menyelesaikan perbedaan pendapat secara konstruktif, termasuk pentingnya mengelola emosi, memilih waktu yang tepat untuk berdiskusi, serta mengedepankan sikap saling menghargai dan mencari solusi bersama.

Kegiatan berlangsung dengan suasana interaktif. Para peserta aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, dan berbagi pandangan terkait tantangan yang mungkin dihadapi dalam kehidupan pernikahan.

Melalui Sekolah Pranikah ini, PW Salimah Gorontalo berharap para peserta tidak hanya memiliki kesiapan administratif untuk menikah, tetapi juga kesiapan mental, emosional, dan keterampilan hidup yang diperlukan untuk membangun keluarga yang kokoh dan berkualitas.

Program Serasi menjadi salah satu kontribusi nyata Salimah dalam mewujudkan keluarga Indonesia yang tangguh, harmonis, dan berdaya sebagai fondasi bagi lahirnya generasi yang unggul dan berakhlak mulia. [SAH]

Komentar
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

What do you think?

Related news