Mengangkat tema “Muslimah Sehat: Kenali, Cegah, dan Deteksi Dini Kanker Serviks & Payudara”, kegiatan ini dihadiri oleh 80 peserta dari berbagai wilayah di Kutai Timur. Tema ini diangkat mengingat kanker payudara dan kanker serviks menempati urutan pertama dan kedua sebagai penyebab kematian terbanyak akibat kanker pada wanita di Indonesia.
Hadir sebagai narasumber utama Dokter Spesialis Patologi Anatomi yang juga menjabat sebagai Ketua IDI Kutai Timur, dr. Fathurrahman, Sp.PA, yang memaparkan materi komprehensif mengenai bahaya serta langkah pencegahan kedua penyakit tersebut.
Berdasarkan data GLOBOCAN dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kanker payudara mencakup sekitar 16,6% dari total kasus kanker baru di Indonesia dengan angka kematian mencapai 22 ribu jiwa per tahun. Tingginya angka kematian ini sebagian besar disebabkan oleh lebih dari 70% kasus baru yang baru terdeteksi saat memasuki stadium lanjut (stadium 3 dan 4).
dr. Fathurrahman menjelaskan bahwa faktor risiko kanker payudara meliputi aspek hormonal dan reproduksi, faktor genetik/riwayat keluarga, serta gaya hidup dan lingkungan. Ia juga mengimbau para peserta untuk mewaspadai gejala awal kanker payudara, seperti munculnya benjolan tanpa rasa nyeri, perubahan pada kulit payudara, hingga kelainan atau keluarnya cairan abnormal pada puting.
Sementara itu, terkait kanker serviks (leher rahim), dr. Fathurrahman membawa kabar optimis bahwa jenis kanker ini sebenarnya dapat dicegah secara penuh.
“Alhamdulillah, kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang paling dapat dicegah sepenuhnya melalui vaksinasi HPV dan deteksi dini yang teratur,” jelasnya.
Ia memaparkan tiga metode utama untuk deteksi dini kanker serviks, yaitu melalui IVA Test yang saat ini dapat diakses secara gratis di seluruh Indonesia, PAP Smear, serta tes HPV DNA.
Di tempat yang sama, Ketua PD Salimah Kabupaten Kutai Timur, Junianti, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa agenda ini menjadi awal dari program edukasi berkelanjutan.
“Kajian Bincang Hati #1 ini merupakan awal dari kajian rutin yang akan kami laksanakan setiap bulannya. Materi yang diangkat akan beragam sebagai wadah menuntut ilmu yang bermanfaat bagi seluruh muslimah yang ada di Kutai Timur,” ujar Junianti.
Apresiasi senada juga disampaikan oleh dr. Fathurrahman selaku Ketua IDI Kutai Timur. Ia mengungkapkan kebahagiaannya karena para dokter spesialis di Kutai Timur dapat berkontribusi langsung dalam mengedukasi masyarakat. Pihaknya juga membuka pintu kolaborasi seluas-luasnya bagi komunitas, organisasi, maupun lembaga lain yang ingin mengadakan kegiatan edukasi kesehatan serupa demi mewujudkan masyarakat yang lebih sehat.