Salimah DKI Jakarta Tegaskan Komitmen Perkuat Ketahanan Keluarga dalam Pencegahan Konflik Sosial

Jakarta (5/8/26) – Pimpinan Wilayah Persaudaraan Muslimah (PW Salimah) DKI Jakarta turut berpartisipasi dalam kegiatan Manajemen Konflik Sosial dan Penanganan Konflik Sosial bagi Masyarakat DKI Jakarta Angkatan II Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi DKI Jakarta di Lumino Hotel Jakarta pada Selasa (4/8).

 

Mengusung tema “Upaya Rekonsiliasi Pemerintah dalam Penanganan Konflik Sosial di Wilayah Urban”, kegiatan ini diikuti sekitar 80 peserta dari berbagai unsur organisasi kemasyarakatan dan elemen masyarakat.

Pelatihan bertujuan meningkatkan pemahaman serta kapasitas masyarakat dalam manajemen dan penanganan konflik sosial di wilayah DKI Jakarta. Melalui kegiatan ini, pemerintah mendorong terbangunnya sinergi antara masyarakat, organisasi kemasyarakatan, pemerintah daerah, aparat kewilayahan, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menciptakan kehidupan sosial yang aman dan harmonis.

Kegiatan dibuka dengan sambutan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi DKI Jakarta, Muhamad Matsani, dilanjutkan dengan arahan dari Prof. Akmal Malik, Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Dalam paparannya, Akmal Malik menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen bangsa dalam menjaga stabilitas sosial, khususnya di wilayah perkotaan yang memiliki tingkat keberagaman dan dinamika masyarakat yang tinggi.

Sesi materi berikutnya disampaikan oleh Dr. Cecep Hidayat, pakar politik dan keamanan nasional sekaligus dosen Universitas Indonesia. Mengangkat tema “Gerakan Warga, Toleransi, dan Gotong Royong sebagai Pencegahan Konflik Sosial”, Cecep menjelaskan bahwa konflik sosial dapat dicegah melalui penguatan budaya dialog, toleransi, dan semangat gotong royong yang tumbuh di tengah masyarakat.

Dalam pelatihan tersebut, peserta juga dibekali pemahaman mengenai prinsip-prinsip dasar pencegahan, pengelolaan, dan penanganan konflik sosial. Selain itu, narasumber menekankan pentingnya memperkuat peran organisasi kemasyarakatan dan masyarakat sipil dalam menjaga kondusivitas wilayah, meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran hoaks, ujaran kebencian, serta polarisasi di ruang digital, sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam melakukan deteksi dini dan pencegahan konflik sosial.

Ketua PW Salimah DKI Jakarta, dr. Yulia Andani, menyambut baik penyelenggaraan kegiatan ini dan menyatakan komitmennya untuk menjadi bagian dari upaya menjaga harmoni sosial di ibu kota.

“Sebagai bagian integral dari masyarakat, ormas perempuan Salimah DKI Jakarta berkomitmen mendukung program manajemen dan penanganan konflik sosial di Jakarta. Konflik sosial sering kali bermula dari ruang terkecil, yaitu keluarga dan lingkungan ketetanggaan. Karena itu, Salimah hadir memperkuat ketahanan keluarga melalui edukasi, mitigasi, serta pendekatan persuasif yang mengedepankan nilai-nilai keibuan untuk meredam potensi gesekan sosial di tengah keberagaman masyarakat,” demikian pernyataan Yulia.

Selanjutnya menurut Yulia, perempuan memiliki peran strategis sebagai pendidik pertama dalam keluarga sekaligus agen perdamaian di lingkungan sekitarnya. Melalui pembinaan keluarga, penguatan karakter, dan pemberdayaan masyarakat, perempuan dapat menjadi garda terdepan dalam membangun budaya dialog dan mempererat kohesi sosial.

Melalui sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan, Salimah berharap masyarakat DKI Jakarta tidak hanya memiliki kemampuan dalam memitigasi konflik, tetapi juga mampu menjadi pelopor terciptanya kehidupan yang damai, toleran, dan saling menghargai.

“Mari kita wujudkan Jakarta yang aman, toleran, dan harmonis, di mana setiap perempuan dan keluarga menjadi agen perdamaian yang aktif,” tutup Yulia. [Emy]

Komentar
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

What do you think?

Related news