Dua hari setelah kejadian, tim Departemen Humas Persaudaraan Muslimah Kotawaringin Timur (Salimah Kotim) melakukan penelusuran ke lokasi untuk melihat langsung kondisi warga terdampak dan berkomunikasi dengan para korban.
Salah seorang warga terdampak, Sumarni, menceritakan bahwa kebakaran bermula dari korsleting listrik di rumah iparnya yang berada di bagian depan.
“Awal mula kebakaran karena korsleting dari rumah ipar di depan. Kejadiannya sangat cepat. Sekitar 30 menit, angin kencang membuat api semakin besar. Kami hanya mengandalkan sumber air seadanya dari tetangga untuk berusaha memadamkan api, tetapi tidak mampu mengatasinya. Saat pemadam kebakaran datang, tiga rumah sudah habis terbakar,” tutur Sumarni.
Setelah melakukan penelusuran dan berkomunikasi langsung dengan warga terdampak, Salimah Kotim kemudian menyalurkan bantuan melalui Program Pos Penanggulangan Musibah dan Bencana (P2MB). Bantuan berupa donasi uang tersebut berasal dari penggalangan dana yang dihimpun dari sejumlah donatur, anggota, dan pengurus Salimah Kotim.
Bantuan diserahkan langsung oleh Ketua PD Salimah Kotim, Syahrida, pada Ahad (23/8). Penyaluran bantuan dilakukan di dua lokasi, yakni kawasan pertigaan Samekto dan Gang At Tarbiyah. Kedua lokasi tersebut berada pada jalur yang sama.
Selain menyerahkan bantuan, pengurus Salimah Kotim juga mendengarkan cerita, kondisi, serta harapan para korban setelah lebih dari sepekan peristiwa kebakaran berlalu. Sebagian warga masih berharap dapat kembali membangun rumah di lokasi semula, meski untuk sementara harus tinggal dengan keluarga atau menempati tempat seadanya, termasuk gudang.
Melalui P2MB, Salimah Kotim berupaya hadir tidak hanya dengan bantuan materi, tetapi juga memberikan dukungan moral kepada warga yang terdampak. Kehadiran dan kepedulian tersebut diharapkan dapat memberikan semangat serta menjadi bagian dari proses pemulihan warga setelah mengalami musibah.
Bagi Salimah Kotim, bantuan yang diberikan mungkin belum dapat menyelesaikan seluruh kebutuhan para korban. Namun, kepedulian bersama diharapkan dapat meringankan beban dan menguatkan warga untuk bangkit kembali setelah kehilangan akibat kebakaran.