Bertempat di Aula SD IT Al Ishlah, acara yang dimulai pukul 07.30 WIB ini mengusung tema besar “Membumikan Al-Qur’an, Memperkuat Iman, Mengalirkan Cinta, Mempererat Kepedulian.”
Menghadirkan dua penceramah yang saling bersinergi, yakni Ustaz Dwi Sulistio dan Ustaz Slamet Riyadi. Lebih dari 70 peserta hadir dari jajaran pengurus kolaborator hingga kalangan masyarakat.
Materi sesi pertama disampaikan oleh Ustaz Dwi tentang tafsir surat Nuh ayat 1-10. Mengulas bagaimana karakter kepemimpinan Nabi Nuh ‘alaihissalam.
“Nabi Nuh memosisikan diri sebagai ‘pemberi peringatan yang nyata (nadzirun mubin). Beliau mengidentifikasi bahaya (azab) yang mengancam umatnya dan langsung memberikan tiga solusi konkret: (1) menyembah Allah, (2) bertakwa, dan (3) taat kepada pemimpin (nabi Nuh)”, ungkapnya.
Dilanjutkan dengan materi sesi kedua bersama Ustaz Slamet. Peserta menjadi semakin antusias menyimak. Di sesi ini, Ustaz Slamet mengajarkan tahsin membaca ta’awudz dan basmalah yang benar.
Ia mengungkapkan bahwa mempelajari tahsin perlu tekad dan kelapangan hati. Karena setiap huruf ayat di dalam Al-Qur’an memiliki paling tidak minimal 5 sifat huruf yang harus ditempatkan dengan tepat sesuai haknya.
“Mari bapak, ibu kita coba langsung praktik membaca mulai ta’awudz dulu. Setiap huruf ayat Qur’an memiliki nilai kebaikan dan membawa keberkahan”, ajaknya.
Acara ditutup dengan doa bersama dan komitmen untuk terus melanjutkan program-program berbasis Al-Qur’an secara berkelanjutan. Sepulangnya dari kegiatan ini semoga Al-Qur’an semakin melekat di hati. Bukan sekedar membaca, tapi memaknai ayat-ayat yang terkandung di dalamnya.
What do you think?
Excellent way of explaining, and nice piece of writing to take data about my presentation focus, which i am going to convey in university.