Mengangkat tema “Penguatan Manajemen Bisnis & Optimalisasi Digital Marketing bagi UMKM: Strategi Tumbuh, Tangguh, dan Berdaya Saing untuk UMKM”, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran dan berbagi pengalaman bagi para pelaku usaha untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan bisnis sekaligus mengoptimalkan pemasaran di era digital.
Kegiatan diawali dengan sambutan sekaligus pembukaan oleh Ketua INKOSSUMA, Eko Sri Wahyuni. Ia menegaskan bahwa INKOSSUMA tidak ingin hanya menjadi koperasi sekunder yang menjalankan fungsi administratif dan organisasi.
“Kita ingin INKOSSUMA tumbuh menjadi penggerak ekosistem ekonomi anggota, yang mampu memperkuat KOSSUMA dan UMKM anggotanya agar semakin profesional, mandiri, modern, serta memiliki daya saing,” kata Eko.
Menurutnya, Bincang-Bincang Outlet bukan sekadar webinar atau forum diskusi, tetapi diharapkan menjadi ruang belajar bisnis, berbagi pengalaman, membangun jejaring, sekaligus mencari solusi nyata terhadap persoalan usaha yang dihadapi anggota.
Eko menekankan bahwa tantangan UMKM saat ini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghasilkan produk yang baik. Produk yang baik perlu didukung manajemen yang baik dan strategi pemasaran yang tepat, terutama di tengah perkembangan teknologi digital.
Pelaku UMKM, lanjutnya, perlu memahami konsumen, menentukan target pasar, membangun branding, membuat konten yang menarik, memanfaatkan media sosial dan marketplace, membangun database pelanggan, serta melakukan evaluasi berdasarkan data.
“Dengan kata lain, kita ingin UMKM kita bergerak dari pola sekadar jualan menjadi mengelola bisnis; dari menunggu pembeli menjadi aktif membangun pasar; dari promosi sesekali menjadi pemasaran yang terencana; dan dari usaha yang berjalan sendiri-sendiri menjadi usaha yang tumbuh dalam sebuah ekosistem koperasi,” ungkapnya.
Eko juga menyampaikan bahwa salah satu kekuatan besar koperasi terletak pada jaringan anggotanya. KOSSUMA dan INKOSSUMA memiliki jaringan yang tersebar di berbagai daerah. Jika jaringan tersebut mampu dikembangkan menjadi pasar bersama, jaringan distribusi, promosi, dan kemitraan, maka akan menjadi kekuatan ekonomi yang besar.
Ia berharap peserta tidak berhenti pada sekadar mengikuti kegiatan, tetapi membawa pulang pengetahuan yang dapat langsung diterapkan. Setidaknya terdapat tiga hal yang diharapkan dapat dihasilkan dari kegiatan tersebut, yaitu satu hal yang harus diperbaiki dalam manajemen usaha, satu strategi pemasaran digital yang segera dipraktikkan, dan satu peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan melalui jaringan INKOSSUMA dan KOSSUMA.
“Ukuran keberhasilan sebuah pelatihan bukanlah berapa banyak materi yang kita dengarkan, tetapi berapa banyak ilmu yang kemudian kita praktikkan dan menghasilkan perubahan,” tuturnya.
Eko juga mengingatkan pentingnya bekerja secara sungguh-sungguh dan profesional sebagaimana pesan Allah SWT dalam QS. At-Taubah ayat 105, agar setiap pekerjaan dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan kesungguhan.
Semangat tersebut diharapkan dapat menjadi landasan dalam pengembangan usaha anggota, yaitu amanah, profesional, terus belajar, berkolaborasi, dan memberikan manfaat yang seluas-luasnya.
Ia berharap BBO dapat terus dikembangkan menjadi salah satu forum pembelajaran bisnis rutin INKOSSUMA sehingga dari kegiatan tersebut dapat lahir UMKM anggota yang naik kelas, produk unggulan KOSSUMA, kolaborasi antarwilayah, serta ekosistem bisnis INKOSSUMA yang semakin kuat dan berdampak.
Memasuki acara inti, peserta mendapatkan pemaparan materi dari Nugroho Aji, CEO PT NA Herba Indonesia, dengan materi “Penguatan Manajemen Bisnis & Optimasi Digital Marketing bagi UMKM: Strategi Tumbuh, Tangguh, dan Berdaya Saing untuk UMKM.”
Nugroho menjelaskan sejumlah tantangan utama yang masih dihadapi UMKM saat ini, yaitu manajemen yang masih konvensional, keterbatasan pasar, serta daya saing yang belum optimal.
Untuk menjawab tantangan tersebut, ia memperkenalkan empat pilar penguatan manajemen bisnis, yaitu:
1. Manajemen Keuangan, sebagai dasar pengelolaan dan pengendalian kondisi keuangan usaha.
2. Manajemen Operasional, untuk memastikan proses bisnis berjalan efektif dan efisien.
3. Manajemen SDM, sebagai upaya membangun sumber daya manusia yang mampu mendukung pertumbuhan usaha.
4. Manajemen Legalitas, untuk memastikan usaha memiliki aspek legal yang mendukung profesionalitas dan pengembangan bisnis.
Selain penguatan manajemen, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai optimalisasi digital marketing. Beberapa aspek yang ditekankan meliputi
membangun identitas brand digital, menguasai social commerce, mengintegrasikan marketplace, serta mengoptimalkan WhatsApp Business sebagai bagian dari strategi pemasaran dan komunikasi dengan pelanggan.
Nugroho juga memperkenalkan formula strategi konten untuk UMKM yang terdiri atas 40% edukasi, 20% promosi, dan 40% validasi. Formula tersebut dapat menjadi acuan bagi pelaku usaha dalam membuat konten yang tidak hanya berorientasi pada penjualan, tetapi juga membangun kepercayaan dan memahami respons pasar.
Tidak berhenti pada teori, peserta juga mendapatkan gambaran rencana aksi implementasi UMKM selama enam minggu. Tahapan tersebut dirancang agar peserta dapat menerapkan materi secara bertahap, mulai dari pembenahan aspek bisnis hingga penerapan strategi pemasaran digital.
Melalui pendekatan tersebut, UMKM diharapkan tidak hanya memahami konsep, tetapi mampu mengubah pengetahuan menjadi langkah nyata dalam pengembangan usaha.
Kegiatan Bincang-Bincang Outlet menjadi salah satu upaya INKOSSUMA untuk menghadirkan ruang pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan anggota, khususnya dalam menghadapi perkembangan dunia bisnis dan pemasaran digital.
Pesan yang ditekankan dalam kegiatan ini adalah “Saatnya UMKM naik kelas! Bisnis yang dikelola dengan rapi dan dipasarkan secara digital adalah kunci pertumbuhan tanpa batas.”
Melalui kegiatan BBO, INKOSSUMA berharap semakin banyak UMKM anggota yang mampu memperbaiki tata kelola usaha, memperluas pasar, meningkatkan daya saing, serta membangun kolaborasi melalui jaringan KOSSUMA dan INKOSSUMA.
Dengan semangat amanah, profesional, kolaboratif, dan terus bertumbuh, INKOSSUMA berkomitmen untuk terus mendorong penguatan ekonomi anggota dan membangun ekosistem koperasi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi KOSSUMA, UMKM, anggota, dan masyarakat luas.