Ketua Umum Salimah
Perempuan adalah rahim peradaban, tulang rusuk nahkoda kapal keluarga, manager kehidupan. Ketika perempuan kuat, keluarga akan kokoh. Ketika keluarga kokoh, bangsa memiliki fondasi yang teguh. Di tengah berbagai tantangan bangsa—krisis moral, tekanan ekonomi, serta tantangan pengasuhan anak di era digital—kepedulian perempuan menjadi energi utama bagi Indonesia untuk pulih dan berdaya.
Peringatan Hari Ibu merupakan momentum penting, bukan sekedar seremonial nasional yang dikumandangkan di seantero negeri untuk mengucapkan terima kasih serta penghargaan kepada kaum Ibu. Namun, momentum dicanangkannya Hari Ibu merupakan wujud perhatian negara terhadap kaum ibu. Betapa ibu memiliki peran yang sangat besar sebagai rahimnya peradaban.
Perempuan, sebagai Ibu, memiliki kontribusi fundamental dan peran strategis dalam melahirkan serta membentuk karakter generasi penerus bangsa yang unggul, tangguh, serta memperkuat ketahanan sosial dalam ruang keluarga; di mana setiap anggota keluarga-ibu, ayah, dan anak-memainkan perannya dalam sebuah orkestrasi kehidupan yang harmoni, saling asuh, saling asih, saling mendukung, dan menguatkan.
Kepedulian perempuan adalah kekuatan yang nyata. Dari keluarga yang terasuh dengan nilai, lahir masyarakat yang unggul dan beradab. Dari perempuan yang berdaya, tumbuh bangsa yang tangguh. Oleh karena itu, penguatan peran perempuan menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya Indonesia untuk pulih dan berdaya.
Dalam perspektif keIslaman, perempuan dimuliakan dengan peran keibuan yang luhur. Kemuliaan ini bukan hanya pengakuan, tetapi juga amanah besar: sebagai mitra terbaik suaminya, perempuan memikiki kemampuan untuk menterjemahkan visi besar kepala keluarga dalam menjalankan kehidupan rumahtangganya, sebagai pendidik pertama dan utama, penanam nilai moral, penjaga keseimbangan keluarga, sekaligus sebagai penjaga masa depan.
Ketika perempuan diberi ruang, akses, dan dukungan untuk berkembang, maka kemajuan bangsa menjadi keniscayaan. Islam memuliakan ibu pada kedudukan yang sangat agung. Allah ﷻ berfirman:
“Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah…” (QS. Luqman: 14)
Ayat ini menegaskan bahwa peran ibu bukan sekadar biologis, melainkan perjuangan panjang yang penuh pengorbanan dan kasih sayang. Dari ibu, nilai kehidupan ditanamkan dan arah masa depan ditentukan.
Rasulullah ﷺ pun bersabda ketika ditanya tentang siapa yang paling berhak mendapatkan bakti:
“Ibumu, kemudian ibumu, kemudian ibumu, kemudian ayahmu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Kemuliaan ini menunjukkan bahwa kepedulian perempuan—khususnya ibu—adalah fondasi utama dalam membangun peradaban. Perempuan yang beriman, berilmu, dan berdaya akan memainkan peran sesuai fitrahnya, melahirkan generasi yang kuat secara akhlak dan mental.
Sebagaimana firman Allah ﷻ:
“Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan, sedang ia beriman, maka pasti Kami akan berikan kepadanya kehidupan yang baik.” (QS. An-Nahl: 97)
Sebagai organisasi massa muslimah yang berfokus pada isu perempuan, anak, dan keluarga, komitmen Salimah dalam penguatan peran perempuan diwujudkan melalui tiga pilar program utama: dakwah, pendidikan dan pelatihan, serta ekonomi.
Melalui Departemen Dakwah, perempuan berperan aktif menjadi agen perubahan moral, menanamkan nilai tauhid dan akhlakul karimah, serta keteladanan dalam keluarga dan masyarakat. Dakwah yang lahir dari kasih sayang seorang ibu adalah dakwah yang merangkul semua golongan, semua segmen usia siapapun dimanapun, menumbuhkan harapan, dan menguatkan jiwa.
Melalui Departemen Pendidikan dan Pelatihan, berupaya meningkatkan kapasitas perempuan, membangun peradaban melalui ilmu, memperkuat kecerdasan dan kualitas generasi. Pendidikan bagi perempuan adalah investasi jangka panjang bangsa. Ibu yang berilmu akan melahirkan generasi yang berkarakter, berdaya saing, dan berlandaskan nilai-nilai ke-Islaman.
Dan melalui Departemen Ekonomi, pemberdayaan ekonomi perempuan bukan hanya tentang peningkatan kesejahteraan, tetapi juga tentang menjaga martabat keluarga dan memperkuat ketahanan umat. Perempuan yang berdaya secara ekonomi adalah perempuan yang mampu membantu menguatkan saat keluarga dan bangsa menghadapi masa sulit.
Dalam semangat Hari Ibu, kepedulian perempuan tidak berhenti pada peran domestik semata, tetapi meluas dalam kontribusi sosial yang nyata. Perempuan hadir sebagai penggerak kebaikan melalui dakwah yang menyejukkan, pendidikan yang mencerdaskan, dan ekonomi yang memberdayakan.
Hari Ibu adalah momentum untuk meneguhkan kembali peran perempuan, bahwa kepeduliannya bukan hanya bentuk kasih sayang, rahmat bagi keluarga, namun juga kekuatan strategis bangsa. Dengan kepedulian yang dilandasi iman, ilmu, dan berdaya dalam membantu menguatkan ekonomi keluarga, perempuan akan terus menjadi motor penggerak, jalan bagi Indonesia untuk pulih, tumbuh, berdaya, dan bermartabat.
Selamat Hari Ibu
Kepedulian Perempuan Menjadi Kekuatan Indonesia untuk Pulih dan Berdaya
What do you think?
As I web site possessor I believe the content material here is rattling fantastic , appreciate it for your efforts. You should keep it up forever! Best of luck.
Way cool! Some extremely valid points! I appreciate you writing this article plus the rest of the website is very good.
I appreciated how clearly the information was presented, making it easy to understand what to expect. The explanation of the cialis 20 mg duration helped me feel more informed without overwhelming me with unnecessary details. Overall, the process felt organized, consistent, and reassuring.