Rakornas bertujuan untuk memberikan pemahaman menyeluruh kepada pengurus mengenai SOP, target, tugas LWS sebagai nazhir, serta program kerja tahun 2026.
Ketua LWS, Diana Widyasari, menyampaikan target dan roadmap LWS sebagai acuan arah dan capaian pengembangan lembaga ke depan. Ia juga memaparakn program kerja LWS tahun 2026, program literasi urgensi wakaf, kanal produk LWS, serta monitoring proyek. Selain itu, disampaikan pula strategi fundraising, pengelolaan aset dan investor, pengembangan kelembagaan LWS, serta pengembangan mauquf ‘alaih sebagai target dakwah.
Ketua Umum Salimah, Reni Anggrayni, menjelaskan bahwa LWS sebagai nazhir perlu bersikap solid, inklusif, inovatif, dan transformatif.
“Peningkatan kinerja LWS tidak hanya dilakukan melalui fundraising, tetapi juga melalui friend-raising guna meningkatkan nilai LWS dengan menghidupkan, mengelola, serta menerima amanah sebagai nazhir, di mana wakif turut berperan dalam menjaga harta wakaf,” ujarnya.
Reni juga menegaskan perlunya transformasi mindset bahwa wakaf tidak hanya dipandang sebagai aset sosial konsumtif, tetapi juga sebagai aset produktif, disertai penguatan dari sisi legalitas.
Dengan pelaksanaan Rakornas ini, diharapkan seluruh aset wakaf yang dikelola LWS dapat tersertifikasi dan terdokumentasi dengan baik, serta aset yang dikelola LWS mampu melahirkan model usaha wakaf produktif. Selain itu, diharapkan terwujud profesionalisme nazhir di tingkat pusat, wilayah, dan daerah, serta terdorongnya digitalisasi guna meningkatkan transparansi pengelolaan wakaf.
What do you think?
Maa syaa Allah, waqaf, salah satu jenis amal shalih yang alhamdulillah sudah mulai diramaikan. Smg LWS menjadi salah atu lembaga wawaf yg banyak menambah amanah waqaf dan produktif, kredibel dan tentu memberikan manfaat jg yg lbh banyak.