Kegiatan yang berlangsung khidmat di Gedung Klinik Utama Mutiara Bunda ini dihadiri oleh puluhan peserta dari ibu rumah tangga hingga aktivis muslimah yang tergabung dalam peserta Sekolah Ibu Terpadu Salimah (Sister) di wilayah Demak. Fokus utama kajian kali ini adalah mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebugaran fisik agar tetap produktif meski sedang menjalankan ibadah puasa.
Dalam paparannya, Suwardi menekankan bahwa puasa bukanlah penghalang untuk beraktivitas, melainkan momentum detoksifikasi alami bagi tubuh.
“Kuncinya ada pada pola makan saat sahur dan berbuka, kecukupan hidrasi, serta manajemen istirahat. Jika dikelola dengan benar, puasa justru meningkatkan fokus dan imunitas tubuh,” ujar Suwardi di hadapan para peserta.
10 Manfaat Puasa bagi Kesehatan
Dalam paparannya, Suwardi merinci sepuluh manfaat medis utama dari ibadah puasa yang mendukung kebugaran fisik peserta:
1. Meningkatkan daya tahan tubuh: Puasa lebih dari 10 jam terbukti memperbaiki sistem kekebalan, meregenerasi, dan meningkatkan fungsi sel imun.
2. Mengendalikan nafsu makan: Meningkatkan hormon Leptin yang memberikan efek kenyang lebih lama.
3. Menurunkan berat badan secara sehat.
4. Menjaga kesehatan jantung: Membantu menurunkan kadar LDL (kolesterol jahat).
5. Meningkatkan fungsi otak.
6. Mendetoksifikasi tubuh: Melalui proses Autofagi atau pembersihan sel-sel rusak.
7. Mengurangi peradangan: Menurunkan kadar asam arakidonat dalam tubuh.
8. Memperlambat proses penuaan.
9. Mengurangi stres dan kecemasan.
10. Melatih pengendalian diri.
Puasa dan Produktivitas: Belajar dari Sejarah
Menepis anggapan bahwa puasa memicu kelemahan, Suwardi menampilkan bukti sejarah di mana peristiwa-peristiwa besar dan berat justru terjadi saat umat Islam sedang berpuasa:
1. Perang Badar (17 Ramadan 2 H).
2. Fathu Makkah atau Pembebasan Kota Makkah (Ramadan 8 H).
3. Perang Ain Jalut (25 Ramadan 658 H).
4. Proklamasi Kemerdekaan RI (9 Ramadan 1364 H).
”Sejarah membuktikan bahwa kemenangan-kemenangan besar diraih saat kondisi perut sedang berpuasa. Ini adalah bukti nyata bahwa puasa justru meningkatkan produktivitas dan kekuatan mental,” tegas Suwardi.
Selain penyampaian materi secara teori, acara ini juga dimeriahkan dengan sesi interaktif tanya jawab dan pemeriksaan kesehatan dasar bagi para peserta. Hal ini sejalan dengan komitmen Salimah untuk terus memberdayakan perempuan dalam aspek kesehatan keluarga.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian milad ke-26 Salimah yang jatuh pada 8 Maret mendatang. Dengan tema “26 Tahun Salimah Bertumbuh Bersama Umat Mengokohkan Keluarga Indonesia”. Organisasi ini terus berupaya menjadi pelopor dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan, anak, dan keluarga Indonesia, khususnya di Kabupaten Demak.
Ketua PD Salimah Demak berharap melalui kajian rutin ini, para ibu dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan keluarga selama bulan Ramadan, sehingga ibadah dapat dijalankan dengan maksimal tanpa kendala fisik yang berarti.