Seminar yang dihadiri tokoh masyarakat, aktivis perempuan, pendidik, dan pemerhati keluarga ini dibuka oleh Wakil Bupati Serang, M. Najib Hamas. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa penyimpangan dan kejahatan seksual telah menjadi persoalan serius yang membutuhkan perhatian bersama.
“Beberapa kasus yang terjadi di Kabupaten Serang menjadi pengingat bahwa upaya pencegahan harus dilakukan secara sistematis. Keluarga harus diperkuat agar mampu menjadi benteng pertama dalam melindungi anak-anak dan generasi muda dari berbagai bentuk penyimpangan dan kejahatan seksual,” ujarnya.
Ketua PW Salimah Banten, Rita Rachmayanti, mengatakan bahwa seminar ini merupakan bagian dari kontribusi Salimah dalam memperkuat institusi keluarga sebagai pondasi utama masyarakat. Menurutnya, berbagai persoalan sosial yang muncul saat ini tidak dapat dilepaskan dari pentingnya peran keluarga dalam membangun karakter dan ketahanan moral generasi.
“Salimah memiliki perhatian besar terhadap penguatan keluarga melalui berbagai program pembinaan perempuan, parenting, pendidikan keluarga, pembinaan remaja, dan perlindungan anak. Seminar ini merupakan salah satu ikhtiar kami untuk menghadirkan edukasi sekaligus membangun kesadaran bersama bahwa pencegahan penyimpangan dan kejahatan seksual harus dimulai dari keluarga,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keluarga yang dibangun dengan komunikasi yang baik, nilai-nilai agama yang kuat, dan pola pengasuhan yang tepat akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan perkembangan zaman.
Apresiasi terhadap pelaksanaan seminar juga disampaikan oleh Ketua BKOW Provinsi Banten, Erminiwati. Ia menilai kegiatan ini sangat relevan dengan kondisi saat ini dan menjadi bentuk kepedulian nyata organisasi perempuan terhadap perlindungan keluarga, perempuan, dan anak.
“Persoalan penyimpangan dan kejahatan seksual tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi antara keluarga, masyarakat, organisasi perempuan, lembaga pendidikan, dan pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi generasi mendatang,” tuturnya.
Untuk memperkaya wawasan peserta, seminar menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya. dr. Dewi Inong Irana membahas pentingnya edukasi kesehatan dan perlindungan diri dalam mencegah berbagai bentuk kekerasan dan penyimpangan seksual.
Sementara psikolog dan Co-Founder Actualita Consulting, Irfan Aulia, mengulas faktor-faktor psikologis yang memengaruhi terjadinya penyimpangan seksual serta strategi membangun ketahanan keluarga melalui komunikasi dan pengasuhan yang efektif.
Melalui seminar ini, peserta diajak untuk memahami bahwa keluarga bukan hanya tempat bertumbuhnya generasi, tetapi juga garda terdepan dalam membangun karakter, menjaga nilai-nilai moral, serta melindungi anggota keluarga dari berbagai ancaman sosial.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ketahanan keluarga di Provinsi Banten sekaligus mendorong lahirnya gerakan bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan ramah bagi perempuan dan anak.