Literasi Perempuan Jadi Kunci Cegah KDRT, Salimah Bogor Perkuat Sinergi

Bogor (14/7/2026) – Ketua Pimpinan Daerah (PD) Salimah Kabupaten Bogor, Anie Rakhmawati, menghadiri kegiatan Peningkatan Kapasitas Lembaga Layanan Penyedia Perlindungan Perempuan yang diselenggarakan oleh DP3AP2KB Kabupaten Bogor bekerja sama dengan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bogor, Selasa (14/7), di Cahaya Village & Resort, Puncak, Kabupaten Bogor.

 

Mengusung tema “Peningkatan Literasi Perempuan, Bebaskan Perempuan dari KDRT”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas lembaga layanan dan organisasi perempuan dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan yang angkanya terus meningkat setiap tahunnya di Kabupaten Bogor.

Pelatihan ini menjadi wadah memperkuat koordinasi lintas sektor antara pemerintah, aparat penegak hukum, psikolog, dan organisasi perempuan. Literasi yang dibangun tidak hanya sebatas pemahaman, tetapi juga mendorong aksi nyata melalui edukasi kepada keluarga dan masyarakat. Materi yang disampaikan mencakup hak-hak perempuan, kesetaraan dalam keluarga, kesehatan reproduksi, pengelolaan keuangan keluarga, literasi digital, serta perlindungan hukum dan pendampingan psikologis.

Narasumber dalam kegiatan ini berasal dari DP3AP2KB Kabupaten Bogor, Kabid P4G, Polres Kabupaten Bogor yang diwakili Ibu Nurcahya, serta praktisi psikologi Nur Afni. Kegiatan diikuti oleh Tim TPPK Kabupaten Bogor, anggota GOW Kabupaten Bogor, dan para ketua organisasi perempuan se-Kabupaten Bogor.

Ketua PD Salimah Kabupaten Bogor, Anie Rakhmawati, menilai kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi persoalan perempuan, anak, dan keluarga.

“Keikutsertaan dalam kegiatan ini sangat penting sebagai wujud kebersamaan dan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam mencari solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi perempuan, sebagai kelompok yang masih rentan terhadap berbagai persoalan di masyarakat. Melalui penyatuan gerak langkah antara pemerintah, organisasi perempuan, aparat penegak hukum, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat, kita dapat memperkuat upaya pencegahan sekaligus menuntaskan berbagai persoalan perempuan, anak, dan keluarga secara lebih efektif dan berkelanjutan,” ujar Anie.

Ia menegaskan, Salimah Kabupaten Bogor siap terus bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam menghadirkan program edukasi, pemberdayaan, dan pendampingan guna mewujudkan perempuan yang berdaya serta keluarga yang aman, harmonis, dan bebas dari kekerasan.

Komentar
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

What do you think?
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related news