Acara dipandu Yatie Kusumawati dan Ajeng Kamaliah. Rangkaian kegiatan diawali dengan khataman 30 juz Al-Qur’an secara bersama. Suasana khidmat terasa saat para peserta menuntaskan bacaan. Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan 10 surat terakhir Juz 30 dan doa khotmul Qur’an. Tangis haru dan kekhusyukan menyelimuti ruangan, menghadirkan nuansa Ramadan sebagai bulan Al-Qur’an yang begitu mendalam.
Ketua PD Salimah Kabupaten Bogor, Anie Rakhmawati, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jamaah dan panitia. Ia menegaskan bahwa Ramadan merupakan momentum terbaik untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah. Ia mengajak jamaah menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan tuntunan dalam setiap aspek kehidupan.
Ketua DKM Masjid Baitul Faidzin, Dedi Suwandi, turut memberikan sambutan. Ia mengapresiasi kiprah Salimah Kabupaten Bogor dalam pembinaan umat. Ia menegaskan bahwa Masjid Baitul Faidzin terbuka untuk berbagai kegiatan Salimah. Ia juga menyampaikan kesiapan memberikan kesempatan berkegiatan di Masjid Nurul Wathon pada momentum Milad Salimah. Masjid Nurul Wathon merupakan masjid baru yang berdiri megah di Kabupaten Bogor dan menjadi salah satu kebanggaan masyarakat.
Kegiatan dilanjutkan dengan tausyiah dari perwakilan Ikatan Dai Indonesia (Ikadi), Ustadz Hariri. Ia menyampaikan Ramadan sebagai bulan penyucian jiwa dan momentum memperkuat kepedulian sosial umat.
Rangkaian acara berikutnya adalah santunan yatim piatu yang merupakan bagian dari program P2AYD (Program Pembinaan Anak Yatim Dhuafa) Departemen Dakwah Salimah Kabupaten Bogor. Penyerahan santunan berlangsung hangat dan penuh haru sebagai wujud kepedulian kepada anak-anak yatim dan dhuafa agar tetap merasakan kebahagiaan Ramadan.
Puncak acara menghadirkan tausyiah dari syekh asal Palestina, Qutaibah Al Bawa’inah. Ia menyampaikan kondisi terkini kaum Muslim di Palestina. Tausyiah diterjemahkan oleh pendamping dan menggugah empati jamaah.
Antusiasme jamaah terlihat saat sesi penggalangan dana untuk Palestina. Hal ini menunjukkan kuatnya kepedulian masyarakat Kabupaten Bogor terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Secara terpisah, Ketua Departemen Dakwah, Ulfiatun, bersama tim menyampaikan rasa syukur atas tingginya partisipasi masyarakat. Panitia semula memperkirakan jumlah jamaah tidak terlalu banyak karena terdapat kegiatan serupa di tingkat cabang dan pra-cabang. Namun kehadiran jamaah melampaui ekspektasi dan menjadi penyemangat tersendiri bagi panitia.
Melalui kegiatan Al-Yaum Ma’al Qur’an, Salimah Kabupaten Bogor berharap semangat mencintai Al-Qur’an, mempererat ukhuwah, dan menumbuhkan kepedulian sosial terus terjaga, tidak hanya di bulan Ramadan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
What do you think?
It’s great to see how Salimah is fostering community engagement through religious events. These moments of unity and reflection are especially meaningful during Ramadan.