Salimah Bandar Lampung Gelar Maulid Nabi dan Peringatan HUT ke-81 RI, Teguhkan Keteladanan Rasulullah di Tengah Tantangan Zaman

Bandar Lampung (1/9/2026) — Pimpinan Daerah (PD) Salimah Bandar Lampung menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Sabtu (29/8) di Masjid Babussalam Lantai 2. Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Mewujudkan Keluarga Berkualitas, Peradaban Bermartabat dan Negara Berdaulat.”

 

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan yang diisi tilawah Al-Qur’an dan sambutan Ketua PD Salimah Bandar Lampung. Acara kemudian dilanjutkan dengan taujih Maulid, sesi tanya jawab, lomba Rangking 1, serta pembagian hadiah dan doorprize.

Taujih Maulid disampaikan oleh Ustadzah Khoiruna Arfalah, yang mengangkat pembahasan QS. Al-Ahzab ayat 21 dengan merujuk pada Tafsir Fi Zhilalil Quran karya Sayyid Quthb. Kajian tersebut menekankan pentingnya perjuangan dan keteladanan Rasulullah SAW, khususnya ketika menghadapi kondisi yang sulit dan penuh ujian.

Dalam tausiyahnya, disampaikan bahwa QS. Al-Ahzab ayat 21 hadir dalam konteks beratnya Perang Ahzab, ketika kaum Muslimin menghadapi kepungan sekitar 10.000 pasukan, dalam kondisi lapar, ketakutan, cuaca yang berat, serta adanya ancaman dan pengkhianatan dari dalam.

Di tengah kondisi genting tersebut, Allah SWT mengingatkan kaum Muslimin untuk melihat keteladanan Rasulullah SAW. Hal ini menunjukkan bahwa keteladanan justru semakin penting ketika seseorang berada dalam situasi sulit, bukan hanya ketika keadaan berjalan nyaman.

“Keteladanan Rasulullah bukan sekadar sesuatu yang dikagumi, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan nyata. Kita belajar dari gerakannya, sikapnya, keputusan-keputusannya, kesabarannya, dan keteguhannya dalam menghadapi berbagai ujian,” demikian pesan yang disampaikan dalam kajian.

Rasulullah SAW menjadi teladan yang nyata. Beliau terlibat langsung dalam perjuangan bersama para sahabat, menenangkan mereka ketika menghadapi kepanikan, serta tetap menjaga hubungan dengan Allah SWT di tengah perjuangan yang berat. Keteladanan tersebut menunjukkan bahwa Islam bukan sekadar teori, tetapi nilai-nilai yang dipraktikkan secara nyata dalam kehidupan.

Lebih lanjut, disampaikan tiga kunci dalam meneladani Rasulullah SAW sebagaimana kandungan QS. Al-Ahzab ayat 21.

Pertama, “yarjullaha”, yaitu senantiasa mengharap ridha Allah SWT. Keteladanan harus dilandasi niat yang benar, bukan untuk mencari pujian atau pengakuan manusia. Ridha Allah menjadi sumber kekuatan dalam menjalani berbagai amanah dan perjuangan.

Kedua, “wal yaumal akhir”, yaitu meyakini Hari Akhir. Keyakinan terhadap adanya kehidupan setelah dunia membuat seseorang mampu bersabar, berlaku jujur, berani memperjuangkan kebenaran, dan tetap istiqamah meskipun menghadapi kesulitan.

Ketiga, “wa dzakarallaha katsira”, yaitu banyak mengingat Allah SWT. Zikir menjadi sarana untuk menjaga keterhubungan hati dengan Allah sehingga setiap sikap dan keputusan dalam kehidupan senantiasa berada dalam bimbingan-Nya.

Nilai-nilai tersebut dinilai sangat relevan dengan tema kegiatan, karena keteladanan Rasulullah SAW perlu diwujudkan mulai dari diri sendiri, keluarga, masyarakat hingga kehidupan berbangsa dan bernegara. Keluarga yang dibangun dengan akhlak dan keteladanan akan menjadi fondasi bagi lahirnya generasi yang berkualitas, masyarakat yang bermartabat, serta negara yang kuat dan berdaulat.

Selain mendapatkan tausiyah, peserta juga mengikuti lomba Rangking 1 yang berlangsung meriah dan menjadi sarana mempererat ukhuwah serta menambah wawasan keislaman dan kebangsaan. Kegiatan ditutup dengan pembagian hadiah dan doorprize.

Melalui kegiatan ini, PD Salimah Bandar Lampung berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk kembali menghadirkan akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Meneladani Rasulullah SAW berarti menghadirkan keteguhan dalam perjuangan, kesabaran dalam menghadapi ujian, keikhlasan dalam beramal, serta keteladanan dalam membangun keluarga dan kehidupan bermasyarakat. Dari keluarga yang berkualitas, diharapkan tumbuh peradaban yang bermartabat dan Indonesia yang semakin kuat dan berdaulat.

Tags:
Komentar
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

What do you think?

Related news