Salimah Banten Konsolidasikan Pengurus Lebak dan Pandeglang melalui Rakorwil dan PKPS

Lebak (9/8/2026) – Pimpinan Wilayah Persaudaraan Muslimah (PW Salimah) Banten terus memperkuat konsolidasi organisasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan kebermanfaatan bagi masyarakat. Langkah tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Zona 3 dan Pelatihan Kepemimpinan Pengurus Salimah (PKPS) 2 yang dilaksanakan pada Sabtu hingga Ahad (8-9/8) dan diikuti pengurus PD Salimah Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang.

 

Kegiatan yang mengusung tema “Soliditas Struktur Lahirkan Program Berdampak” tersebut menjadi ruang bagi pengurus untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, menyamakan arah gerak, sekaligus memperkuat kapasitas kepemimpinan dalam menjalankan program di tengah masyarakat.

Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Salimah Banten, Rita Rachmayanti, menegaskan bahwa organisasi yang kuat harus memiliki struktur yang solid, komunikasi yang baik, serta pengurus yang mampu bekerja secara efektif dan kolaboratif.

“Soliditas struktur harus menjadi kekuatan untuk melahirkan program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu, penguatan tata kelola, peningkatan kapasitas individu, serta kolaborasi menjadi hal yang sangat penting,” ujar Rita.

Menurutnya, keberadaan struktur organisasi tidak boleh hanya dimaknai sebagai pembagian tugas dan jabatan. Struktur harus menjadi sistem kerja yang mampu menggerakkan seluruh potensi pengurus untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Rita juga mendorong para pengurus agar terus meningkatkan kemampuan dalam membaca persoalan di lapangan. Dengan demikian, program yang dilahirkan tidak sekadar memenuhi agenda organisasi, tetapi benar-benar memiliki relevansi dan dampak bagi masyarakat.

Menyamakan Arah Gerak Organisasi

Rakorwil Zona 3 menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara struktur wilayah dan pengurus daerah. Forum ini juga menjadi ruang untuk membangun kesamaan persepsi mengenai arah program serta memperkuat sinergi antara Salimah Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang.

Dalami PKPS 2 para peserta mendapatkan penguatan kapasitas kepemimpinan yang diharapkan dapat diterapkan dalam menjalankan amanah di masing-masing struktur.

Salah satu materi utama disampaikan oleh Purnamasari mengenai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Salimah. Pemahaman terhadap AD/ART menjadi bekal penting agar pengurus memiliki pijakan yang sama dalam menjalankan roda organisasi.

Materi berikutnya mengenai Garis Besar Haluan Organisasi (GBHO) Salimah disampaikan oleh Rusmi Andarwati. Para peserta diajak memahami pentingnya menjaga agar setiap program tetap berada dalam koridor visi, misi, dan arah perjuangan organisasi.

Rusmi menekankan bahwa program kerja perlu diterjemahkan dalam langkah yang konkret dan terukur sehingga hasilnya dapat dievaluasi serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dari Konsolidasi Menuju Aksi

Ketua PD Salimah Kabupaten Lebak, Yuni Lestari, menyambut positif pelaksanaan Rakorwil Zona 3 dan PKPS 2. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan penguatan yang dibutuhkan pengurus daerah untuk meningkatkan kualitas pengelolaan organisasi.

“Kegiatan ini menjadi ruang penting untuk menyatukan langkah dan memperkuat koordinasi. Kami mendapatkan banyak bekal yang dapat diterapkan dalam menjalankan program di daerah, sehingga ke depan program Salimah di Lebak dapat semakin tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkap Yuni.

Ia berharap komunikasi dan sinergi antara PW Salimah Banten, PD Salimah Lebak, dan PD Salimah Pandeglang dapat terus ditingkatkan. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperluas jangkauan program di bidang pendidikan, keluarga, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.

Pengurus Dibekali Kemampuan Mengelola Konflik

Selain penguatan tata kelola dan arah organisasi, peserta juga mendapatkan materi Manajemen Konflik yang disampaikan oleh Rini Nuraisyah.

Materi tersebut menjadi bekal penting bagi pengurus dalam menghadapi dinamika organisasi. Perbedaan pandangan, karakter, dan pola kerja merupakan bagian dari dinamika yang dapat muncul dalam sebuah organisasi. Karena itu, pengurus perlu memiliki kemampuan komunikasi dan penyelesaian masalah agar perbedaan dapat dikelola secara konstruktif.

Melalui materi ini, peserta didorong untuk memahami konflik secara lebih proporsional, mengenali sumber persoalan, serta mengembangkan pendekatan penyelesaian yang tetap menjaga hubungan dan soliditas organisasi.

Memahami Lembaga Kelengkapan Salimah

Materi lainnya, yaitu Lembaga Kelengkapan Salimah, disampaikan oleh Yoan Yulinar Tresnawati.

Materi ini memberikan pemahaman mengenai peran lembaga kelengkapan dalam mendukung pelaksanaan fungsi organisasi. Dengan memahami kedudukan, fungsi, dan hubungan kerja setiap unsur organisasi, pengurus diharapkan mampu membangun koordinasi yang lebih efektif dan menghindari tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas.

Pemahaman tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem organisasi agar setiap unsur dapat bekerja secara optimal dan saling mendukung dalam mencapai tujuan bersama.

Rangkaian Rakorwil Zona 3 dan PKPS 2 menjadi penegasan bahwa penguatan organisasi Salimah Banten diarahkan pada dua hal sekaligus: memperkokoh fondasi internal dan memperbesar dampak eksternal.

Dengan struktur yang semakin solid, pengurus yang semakin kompeten, serta koordinasi yang semakin kuat, Salimah Banten optimistis berbagai program di tingkat daerah dapat berkembang lebih terarah dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Semangat “Soliditas Struktur Lahirkan Program Berdampak” pun diharapkan tidak berhenti sebagai tema kegiatan, tetapi menjadi komitmen bersama seluruh pengurus untuk mengubah konsolidasi menjadi aksi dan menghadirkan kebermanfaatan yang semakin luas bagi umat dan masyarakat Banten.

Komentar

What do you think?

1 Comment
August 9, 2026

Semoga Salimah Banten semakin solid.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

What do you think?

Related news