Bengkulu (15/10) – Pengurus PW Salimah Bengkulu hadir bersama ratusan massa aksi yang berasal dari berbagai ormas Islam dan masyarakat umum Kota Bengkulu yang diberi nama BADAI (Bengkulu Aksi Damai) Untuk Al Aqsha. Aksi tersebut sebagai bentuk dukungan untuk bangsa Palestina yang saat ini sedang bertempur menghadapi penjajah Zionis Israel.
Aksi diawali dengan sholat ghaib berjamaah di Masjid At Taqwa Kota Bengkulu. Lalu massa bergerak menuju Simpang Lima Ratu Samban untuk berorasi.
Orasi yang disampaikan oleh berbagai ormas Islam dalam Aksi ini bertujuan untuk mendesak Pemerintah Indonesia agar segera mengambil langkah konkrit dalam upaya membantu perjuangan umat Islam di Palestina.
Pengurus PW Salimah Bengkulu yang diwakili oleh Nazilah Fathoni, dalam orasinya mengecam kekejaman yang dilakukan oleh Israel kepada rakyat Palestina. Ia kemudian mengajak umat Islam di seluruh dunia untuk meningkatkan persaudaraaan guna bersatu mendukung kemerdekaan bangsa Palestina.
Dalam kegiatan ini seluruh peserta aksi menyatakan sikap kecewa kepada dunia barat yang seolah menutup mata terhadap kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Israel kepada rakyat Palestina.
Berikut 4 poin pernyataan sikap aksi massa:
- Mengutuk keras pelanggaran HAM berat, kejahatan Genosida yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina di Gaza yang menyebabkan syahidnya ribuan warga Palestina.
- Mengutus sikap Amerika Serikat. Prancis, Inggris, India, Ukraina dan semua negara yang mendukung dan memberikan bantuan dalam tindakan kejahatan perang dan kemanusiaan pada warga Palestina.
- Mendesak PBB dan masyarakat Internasional memberikan sanksi terhadap pelanggaran hukum Internasional, kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Israel.
- Mendesak Pemerintah Indonesia menjalankan amanat konstitusi dan amanat sejarah untuk berpihak pada Palestina hingga Palestina merdeka. Memberikan bantuan yang lebih berarti dengan memberi bantuan kemanusiaan, melakukan langkah maju bersama PBB, organisasi kerja sama Islam dll dalam mengupayakan kemerdekaan Palestina.