Pertemuan menghadirkan tiga narasumber yang kompeten di bidangnya. Ummi Fahmi, seorang konselor keluarga dan kesehatan, menyampaikan materi dengan tema Kesiapan Mental dan Spiritual: Menata Jiwa Sebelum Berlayar, Saat Hati Belajar Bersandar pada-Nya.
Ummi menekankan bahwa pernikahan bukan hanya penyatuan dua insan, tetapi juga perjalanan panjang yang membutuhkan kesiapan mental dan spiritual yang kuat. Peserta diajak untuk mengenali diri, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, serta membangun karakter yang siap menghadapi berbagai dinamika kehidupan rumah tangga.
Materi kedua disampaikan oleh Ustadz Rahmat Djafar, seorang da’i yang dikenal luas di Gorontalo. Dengan tema Fiqih Pernikahan: Cahaya yang Menuntun Akad Menjadi Sah, ia menjelaskan berbagai ketentuan syariat terkait pernikahan, mulai dari rukun dan syarat nikah hingga hak dan kewajiban pasangan suami istri. Penyampaian yang komunikatif membuat peserta semakin memahami pentingnya ilmu fiqih sebagai landasan dalam membangun keluarga yang sakinah.
Pada sesi terakhir, peserta mendapatkan materi dari Ustadz Yunus Umar, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pulubala. Melalui tema Hukum Pernikahan: Titah Suci Berlabuh dalam Ridha Allah, ia menguraikan aspek hukum pernikahan dalam Islam serta regulasi pernikahan yang berlaku di Indonesia. Materi ini memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai pentingnya menjalani pernikahan sesuai tuntunan agama dan ketentuan hukum yang berlaku.
Ketua PW Salimah Gorontalo, Yuliyanti Kadir, menyampaikan bahwa Serasi merupakan salah satu ikhtiar Salimah dalam menyiapkan generasi muda yang siap membangun keluarga berkualitas.
“Pernikahan bukan hanya tentang hari akad, tetapi tentang perjalanan panjang membangun peradaban melalui keluarga. Melalui Serasi, kami berharap peserta memiliki bekal yang cukup, baik dari sisi mental, spiritual, ilmu agama, maupun pemahaman hukum sehingga mampu mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung dengan antusias dan interaktif. Para peserta aktif berdiskusi serta mengajukan berbagai pertanyaan seputar persiapan pernikahan. Pertemuan pertama ini menjadi langkah awal yang penting dalam rangkaian pembelajaran Serasi yang akan terus menghadirkan materi-materi relevan untuk mempersiapkan calon pasangan menuju kehidupan rumah tangga yang penuh keberkahan. [SAH]