Rakorda Salimah Bekasi Perkuat Tata Kelola Organisasi untuk Melahirkan Program Berdampak

Bekasi (25/7/2026) – Pimpinan Daerah (PD) Salimah Kota Bekasi menyelenggarakan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) bertema “Soliditas Pengurus Lahirkan Program Berdampak” pada Jumat (24/7) di Pondok Gede, Bekasi. Rakorda diikuti oleh jajaran pengurus PD serta pengurus Pimpinan Cabang (PC) Salimah se-Kota Bekasi sebagai forum konsolidasi organisasi, penyelarasan program kerja, dan penguatan arah gerak organisasi menuju periode 2025–2030.

 

Ketua Dewan Penasihat Salimah Daerah (DPSD) Kota Bekasi, Ustadzah Latifah Abdusshomad, membuka kegiatan dengan mengajak seluruh peserta memperkuat ukhuwah dan soliditas kepengurusan. “Koordinasi yang baik akan melahirkan sinergi antardepartemen sehingga program-program Salimah dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat,” tegasnya.

Pada sesi pertama, Ketua PD Salimah Kota Bekasi, Inna Nur Susiami, memaparkan materi “Kebijakan Strategis dan Tata Kelola Lembaga Kelengkapan Salimah (LKS) 2025–2030.” Ia menyosialisasikan perubahan struktur organisasi yang kini menghadirkan departemen baru, yaitu Departemen Jaringan Lembaga, dan Kajian (JLK) serta Lembaga Kelengkapan Salimah (LKS) sebagai bagian dari penguatan tata kelola organisasi.

Inna juga menjelaskan tugas pokok, fungsi, dan kewenangan LKS kepada seluruh Pimpinan Cabang. Ke depan, Koordinator LKS dari Pimpinan Pusat akan terlibat langsung dalam pendampingan dan penguatan LKS di tingkat wilayah dan daerah, khususnya dalam pengembangan Kossuma sebagai salah satu unit ekonomi Salimah.

Lebih lanjut, Inna memperkenalkan pengembangan bidang sertifikasi halal, ekonomi dan bisnis, dakwah dan pengembangan SDM, serta pengelolaan aset organisasi melalui Lembaga Wakaf Salimah. Ia menjelaskan visi, misi, dan tujuan Salimah sebagai upaya membangun organisasi yang mandiri, profesional, dan berkelanjutan.

Inna juga menguraikan lima entitas utama LKS, yaitu Perseroan Terbatas, Koperasi, Nazhir Wakaf, Yayasan, dan Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H). Seluruh entitas tersebut dikembangkan melalui empat pilar utama, yaitu kebijakan strategis, tujuan strategis, fokus utama, dan indikator kinerja (KPI). Selain itu, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pedoman tata kelola bagi badan usaha, lembaga nirlaba, dan para pemangku kepentingan, termasuk hak dan kewajiban masing-masing LKS dalam membangun tata kelola organisasi yang sehat, transparan, dan akuntabel.

Materi berikutnya disampaikan oleh Dyah Purwaningsih, Ketua Departemen Pendidikan dan Pelatihan PD Salimah Kota Bekasi, yang menyosialisasikan Program Kerja PD Salimah Kota Bekasi. Ia memperkenalkan arah program setiap departemen agar seluruh pengurus memiliki pemahaman yang sama terhadap prioritas organisasi selama satu periode kepengurusan.

Pada bidang Sekretariat, fokus diarahkan pada penguatan tata kelola organisasi melalui administrasi, legalitas, penyusunan SOP, pendataan anggota, serta pengembangan database organisasi dan mitra. Sementara itu, Bendahara menitikberatkan penguatan sistem keuangan melalui administrasi dan pelaporan yang akuntabel, penggalangan dana melalui hibah, sponsorship, ZIS, wakaf, serta pengembangan Salimah Center dan program kemanusiaan, termasuk dukungan bagi Palestina.

Di Departemen Dakwah, Salimah akan memperkuat tiga program unggulan, yaitu Forum Silaturahim Majelis Taklim (Forsil MT), Pembinaan Anak Yatim dan Dhuafa (P2AYD), serta Baitul Qur’an Salimah (BQS). Ketiga program tersebut diharapkan mampu memperluas jaringan dakwah, meningkatkan pembinaan Al-Qur’an, membentuk majelis taklim dan BQS baru, serta memperkuat pembinaan masyarakat secara berkelanjutan.

Departemen Pendidikan dan Pelatihan memprioritaskan peningkatan kapasitas pengurus melalui pelatihan, workshop tata kelola organisasi, pembekalan fasilitator, serta evaluasi kinerja secara berkala. Sementara itu, Departemen Bangda dan SDM akan memperkuat struktur organisasi berbasis Pimpinan Ranting (Pra), menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Pengurus Salimah (PKPS), pelatihan tematik, rekreasi pengurus, serta rapat koordinasi sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan soliditas organisasi.

Pada Departemen Humas dan Media, program diarahkan untuk memperkuat branding organisasi melalui publikasi kegiatan, optimalisasi media sosial, kemitraan dengan media massa, workshop kehumasan, gathering humas, digitalisasi database, hingga penyusunan roadmap Digital Movement 2030.

Sementara itu, Departemen Ekonomi berfokus pada pemberdayaan ekonomi muslimah melalui program Salimahpreneur, pelatihan pendamping produk halal, sosialisasi HawwaBiz, webinar ekonomi syariah, pendampingan UMKM, serta monitoring program berbasis ekonomi syariah.

Adapun Departemen Jaringan, Lembaga, dan Kajian (JLK) akan memperkuat jejaring kemitraan, kajian strategis, dan advokasi isu perempuan, anak, serta keluarga melalui pembentukan struktur JLK, pengelolaan database mitra, pelatihan komunikasi dan advokasi, workshop tata kelola, pembekalan fasilitator kajian, hingga evaluasi berkala terhadap kinerja pengurus.

Pada sesi ketiga, Tri Aryanti yang merupakan Ketua Departemen Ekonomi PD Salimah Kota Bekasi memaparkan materi “Transformasi Salimah” dengan pendekatan analisis SWOT. Ia menjelaskan bahwa transformasi organisasi Salimah berfokus pada tiga agenda besar, yaitu memperkuat tata kelola organisasi, memperluas peran di tengah masyarakat melalui kolaborasi, serta menghadirkan program-program yang berdampak nyata.

Menurutnya, seluruh gerak organisasi harus tetap berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an dan As-Sunnah, salah satunya sebagaimana termaktub dalam QS. At-Taubah ayat 71, yang menegaskan pentingnya kerja sama dalam amar makruf nahi mungkar. Dengan landasan tersebut, Salimah terus berupaya meningkatkan kualitas hidup perempuan, keluarga, dan masyarakat melalui peran aktif perempuan dalam pembangunan serta menghadirkan solusi atas berbagai kebutuhan umat.

Tri menambahkan bahwa penguatan organisasi dilakukan melalui pelibatan anggota dan masyarakat, pengembangan kepemimpinan melalui PKPS, penyempurnaan SOP, regenerasi kepengurusan, serta penyusunan program yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Ke depan, Salimah akan memperkuat dakwah, memperluas jejaring kemitraan, meningkatkan peran sebagai narasumber di berbagai bidang, mengembangkan kemandirian ekonomi melalui penguatan ZISWAF, GARDU, SPC, dan Kossuma, serta mengoptimalkan media sosial sebagai sarana edukasi, dakwah, dan literasi publik.

Rakorda ditutup dengan diskusi pleno yang melibatkan seluruh Pimpinan Cabang Salimah se-Kota Bekasi. Melalui forum tersebut, setiap cabang menyampaikan berbagai persoalan, tantangan, serta praktik baik yang dihadapi di wilayah masing-masing. Hasil diskusi menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar penyusunan strategi dan program yang lebih tepat sasaran.

Melalui Rakorda 2026 ini, PD Salimah Kota Bekasi menegaskan komitmennya untuk membangun organisasi yang semakin profesional, amanah, adaptif, dan kolaboratif. Dengan soliditas pengurus serta tata kelola yang semakin kuat, Salimah optimistis mampu melahirkan program-program yang inovatif, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi perempuan, keluarga, serta masyarakat luas.[NHs]

Komentar

What do you think?

1 Comment
July 25, 2026

Maa syaa Allah
Jazaakillahu khoiron

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

What do you think?
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related news