Seminar ini menjadi sarana silaturahmi, pembelajaran, dan motivasi bagi para peserta untuk terus menjaga kualitas hidup di usia senja dengan tetap aktif berkarya, memperkuat ibadah, serta menebarkan manfaat bagi keluarga maupun masyarakat.
Berbagai materi inspiratif seputar kesehatan, kebugaran, spiritualitas, ilmu waris Islam, serta kiat menjalani masa lansia yang sehat, aktif, produktif, dan bahagia disampaikan oleh para narasumber yang kompeten.
Pada sesi pertama, narasumber Erika menyampaikan materi tentang pentingnya menjaga keistiqamahan dalam beribadah. Ia menjelaskan empat kiat agar seorang muslim dapat tetap istiqamah hingga akhir hayat.
Pertama, senantiasa berdoa memohon keistiqamahan kepada Allah SWT. Salah satu doa yang paling sering dibaca oleh Rasulullah SAW adalah:
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
“Wahai Dzat Yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR. Tirmidzi).
Kedua, bersegera melakukan amal ketaatan meskipun terasa berat. Selanjutnya, mengakrabkan diri dengan masjid dan turut memakmurkannya. Terakhir, mempererat hubungan dengan Al-Qur’an dan para ahlinya (ahlul Qur’an), karena Al-Qur’an merupakan penyembuh bagi penyakit fisik maupun penyakit hati dengan izin Allah SWT.
Sementara itu, narasumber berikutnya yang juga Ketua PW Salimah Jakarta, Yulia Andani Murti, memaparkan pentingnya menjaga organ-organ vital agar tetap sehat dan berfungsi optimal di usia lanjut.
“Ada beberapa kiat sederhana yang dapat diterapkan sehari-hari. Membiasakan diri membaca, khususnya membaca dan menghafal Al-Qur’an, dapat berdampak positif terhadap kesehatan otak dan membantu mencegah demensia,” jelas Yulia.
Ia menambahkan, kebiasaan berpuasa akan membantu proses detoksifikasi tubuh melalui mekanisme alami yang berperan membersihkan sel-sel yang tidak lagi diperlukan oleh tubuh. Praktik puasa juga telah banyak diterapkan dalam berbagai pendekatan kesehatan sebagai bagian dari pola hidup sehat.
Selanjutnya, rutinkan melatih ketenangan melalui fokus dan kekhusyukan dalam ibadah, terutama saat salat, sehingga tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks. Lalu jaga kekuatan otot melalui aktivitas fisik sederhana, seperti duduk dan berdiri berulang, berjinjit, maupun melakukan push-up sesuai kemampuan.
Narasumber selanjutnya, Herlini Amran, membawakan materi bertema Mencapai Tahapan Husnul Khatimah. Ia menjelaskan bahwa manusia terdiri atas dua unsur, yaitu jasad dan ruh.
“Manusia akan melalui beberapa fase kehidupan, yaitu alam ruh, alam rahim, alam dunia, alam barzakh, dan alam akhirat. Karena perjalanan kehidupan begitu panjang, setiap muslim perlu mempersiapkan bekal terbaik untuk kehidupan setelah kematian.” Herlini mengingatkan.
Dalam upaya meraih husnul khatimah, Herlini menekankan pentingnya memiliki hati yang lapang, mudah memaafkan, serta menjauhi sifat iri dan dengki kepada sesama.
Materi terakhir disampaikan oleh Oni Sahroni, mengenai faraidh atau ilmu waris Islam. Materi ini memberikan pemahaman kepada para peserta tentang pentingnya pengelolaan harta peninggalan sesuai dengan ketentuan syariat Islam, sehingga hak-hak yang berkaitan dengan harta almarhum dapat ditunaikan secara adil dan benar.
Melalui seminar ini, para peserta diharapkan semakin termotivasi untuk menjalani masa lansia yang sehat, aktif, produktif, dan penuh keberkahan, sekaligus mempersiapkan diri menuju akhir kehidupan yang husnul khatimah. [Mamay]