Webinar berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB dan dihadiri oleh keluarga, ibu rumah tangga, komunitas lingkungan, aktivis, mahasiswa, serta masyarakat umum yang memiliki kepedulian terhadap isu pengelolaan sampah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya edukasi publik untuk menekan peningkatan volume sampah yang umumnya terjadi selama bulan Ramadhan, terutama dari sisa makanan dan kemasan sekali pakai.
Acara dibuka dengan sambutan Ketua PW Salimah Jawa Barat, Ruli Kurnia Dwicahyani, dilanjutkan pembukaan oleh Kabid Konservasi Lingkungan dan Pengendalian Perubahan Iklim DLH Jawa Barat, Maria Angela Novi Prasetiati. Keduanya menekankan pentingnya peran keluarga sebagai unit terkecil perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.
Pada sesi materi, Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Madya DLH Jawa Barat, M. Eko Damayanto, memaparkan kondisi darurat sampah di Jawa Barat beserta solusi penanganannya. Ia menegaskan bahwa pengurangan sampah harus dimulai dari sumbernya, yakni rumah tangga
Sementara itu, Elis Solihat, Ketua Departemen Jaringan Lembaga & Kajian PW Salimah Jawa Barat sekaligus Direktur Bank Sampah Induk DLH Kota Bandung, menyampaikan strategi praktis penerapan gaya hidup minim sampah dalam aktivitas keluarga selama Ramadhan.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan peserta terkait pengelolaan sampah makanan, pemilahan sampah rumah tangga, serta praktik penggunaan ulang kemasan. Antusiasme peserta menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perubahan perilaku konsumsi.
Sebagai bentuk komitmen nyata, kegiatan ditutup dengan Deklarasi Komitmen Ramadhan Minim Sampah, di mana peserta menyatakan kesediaannya untuk mengurangi sampah makanan, membatasi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah, serta menerapkan kebiasaan ramah lingkungan di lingkungan keluarga.
Melalui webinar ini diharapkan terbentuk gerakan keluarga peduli sampah di Jawa Barat yang berkelanjutan. Ramadhan tidak hanya menjadi momentum peningkatan ibadah spiritual, tetapi juga menjadi awal perubahan gaya hidup ekologis sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan moral terhadap lingkungan.
What do you think?
Senang sekali melihat inisiatif dari PW Salimah Jawa Barat dan DLH Provinsi Jabar ini. Ramadan memang momen yang tepat untuk membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih baik di tingkat keluarga. Semoga materi edukasi seperti webinar ini bisa terus disebarluaskan, misalnya dalam format audio agar mudah diakses kapan saja oleh keluarga di rumah.
Peran keluarga sebagai unit terkecil dalam mengubah perilaku lingkungan sangat penting. Webinar ini menjadi contoh bagus bagaimana edukasi bisa menjangkau masyarakat luas. Semoga inisiatif minim sampah selama Ramadan ini terus berkembang dan menginspirasi lebih banyak keluarga di seluruh Indonesia.
Melibatkan keluarga sebagai unit terkecil dalam pengelolaan sampah adalah langkah yang sangat tepat. Webinar seperti ini membuka kesadaran bahwa perubahan perilaku dimulai dari rumah. Semoga gerakan minim sampah ini bisa terus menyebar dan diimbangi dengan konten edukasi yang menarik untuk menjangkau lebih banyak keluarga.
The focus on family involvement in tackling waste in this webinar is a fantastic approach. When families take charge of their environment, it can lead to long-lasting changes in how communities approach waste management.