Ketua Dept Humas PW DKI Jakarta
Ya, seperti itulah yang kita pahami selama ini. Mendengar Ramadhan, yang terlintas di kepala adalah puasa. Maka banyak orang mengeluh; merasa baru saja Ramadhan tahun yg lewat berlalu, eh sudah Ramadhan lagi. Berat rasanya menahan lapar dan dahaga. Begitulah kalau Ramadhan diidentikkan dengan puasa, akan terasa payah bin susah.
Puasa hanyalah jalan agar kita bisa melakukan aktivitas lain dengan lebih fokus. Dengan hilangnya aktivitas mengisi perut, maka jam makan bisa dipakai untuk melakukan hal lain. Bukankah kita merasa banyak waktu luang kala Ramadhan? Ibu-ibu nggak perlu buru-buru belanja dan masak. Nggak perlu bolak-balik menyuruh anaknya makan, gara-gara si anak lagi asyik bermain. Tapi saat puasa, ajakan makan dari ibu ketika berbuka adalah panggilan yang paling ditunggu. Karena saat itu, makan adalah aktivitas yang paling menyenangkan, bukan bermain.
Itulah sebabnya mengapa Allah menghilangkan satu aktivitas menyenangkan (makan) dengan perintah puasa, agar kita merasakan asyiknya aktivitas lain yang menjadi inti sebenarnya dari Ramadhan. Apa itu? Berinteraksi dengan Al Qur’an.
Mengapa Al Qur’an? Karena Ramadhan itu suci dan mulia dibandingkan bulan lain disebabkan karena Al Qur’an. Ingat kan, kalau semua yang berkaitan dengan Al Qur’an akan menjadi mulia? Malaikat yang bertugas menurunkan Al Qur’an menjadi mulia. Nabi yg menerimanya adalah nabi yang mulia. Malam saat pertama kali ia turun adalah malam yang mulia. Dan bulan dimana ia diturunkan adalah bulan yang mulia/istimewa, yaitu Ramadhan.
Jadi, saat Ramadhan Allah menginginkan dan beri kesempatan kita untuk meningkatkan ketakwaan dengan lebih sering berinteraksi terhadap Al Qur’an melalui hilangnya satu aktivitas, yaitu makan. Puasa sebagai jalan untuk berlama-lama dengan Al Qur’an.
So, mulai sekarang, ubah image Ramadhan dengan puasa. Tapi selalulah kaitkan Ramadhan dengan Al Qur’an.
Ayo kenali Al Qur’an lebih dalam saat Ramadhan. Baca serta pelajari arti dan maknanya. Karena di Ramadhan, Allah ingin kita lebih dekat denganNya. [Emy]