Kegiatan PKM kali ini mengangkat tema “Optimasi Penggunaan Live Streaming Social Commerce pada Bidang Pengembangan Ekonomi Organisasi Masyarakat”, yang secara khusus menggandeng organisasi Persaudaraan Muslimah (Salimah) Kota Pekanbaru sebagai mitra strategis.
Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Program Studi Magister Ilmu Komputer Sekolah Pascasarjana Unilak, Assoc. Prof. Dr. Susandri. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya adaptasi digital bagi pelaku usaha berbasis komunitas.
“Dengan memanfaatkan kegiatan ini, kita semua dapat menambah pengalaman sekaligus memperluas relasi untuk bersama-sama mengembangkan bisnis usaha kita ke depan,” ujarnya semangat.
Sinergi ini disambut hangat oleh Departemen Ekonomi Salimah Kota Pekanbaru, diwakili oleh Lidya Agustina, M.Hum. Dalam sambutannya, Lidya mengajak seluruh anggotanya untuk jeli melihat peluang pasar digital saat ini.
“Benar apa yang disampaikan oleh Bapak Kaprodi tadi. Konsep dasarnya adalah di mana orang ramai berkumpul, di situlah kita ikut hadir. Saat ini masyarakat berkumpul secara digital di media sosial. Karena itu, mari kita ikuti Workshop Optimasi Sosmed Livestreaming TikTok ini dengan penuh semangat. Semoga Allah memudahkan ikhtiar kita dalam menjemput rezeki hari ini,” tutur Lidya.
Kupas Tuntas Strategi Social Commerce
Memasuki sesi materi inti, Weni Safitri, Ph.D selaku narasumber memaparkan secara komprehensif mengenai peta jalan dan ekosistem digital marketing terbaru. Beliau menjelaskan bahwa workshop ini dirancang untuk mencapai empat tujuan utama bagi peserta:
Pertama, memahami dasar fundamental dan keuntungan live streaming di tengah pertumbuhan social commerce. Kedua, mampu menyiapkan dan menjalankan live streaming di platform utama secara profesional. Ketiga, mampu mendesain strategi konten yang interaktif. Dan keempat, terjun langsung melakukan siaran simulasi live sekaligus menganalisis hasil metrik performa penjualan.
Lebih detail, Weni mengupas definisi dasar Social Commerce, yakni proses transaksi jual beli yang terjadi seutuhnya di dalam satu platform media sosial.
“Di sini kita berinteraksi langsung dengan pengunjung, menyapa mereka, hingga proses checkout dan pembayaran selesai langsung di dalam aplikasi tanpa perlu berpindah ke aplikasi lain. Melalui Live Commerce, pelaku usaha bisa menampilkan demonstrasi produk secara autentik dengan fitur interaksi instan,” jelasnya.
Menurutnya, strategi ini membawa manfaat besar karena mampu membangun rasa urgensi, menumbuhkan kredibilitas instan, serta memicu angka konversi belanja yang lebih tinggi. Dampak positif lainnya adalah terjalinnya komunikasi real-time yang humanis guna memperkuat loyalitas konsumen secara langsung.
Selain itu, live streaming efektif untuk memamerkan detail fungsional produk secara transparan guna mengikis keraguan calon pembeli, serta memanfaatkan diskon khusus Live dengan stok terbatas untuk merangsang daya beli penonton.
Kunci Sukses: Persiapan Matang dan Konsistensi
Di hadapan para ibu-ibu Salimah, Weni memaparkan beberapa platform Live populer yang bisa dioptimalkan, antara lain TikTok Live, Instagram Live, Facebook Live, dan YouTube Live. Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan siaran langsung sangat bergantung pada persiapan utama sebelum live, yang meliputi:
1. Infrastruktur Teknis: Memastikan perangkat, pencahayaan, dan jaringan internet yang stabil.
2. Naskah dan Konten: Menyiapkan rancangan script serta rundown acara yang matang (mulai dari pembukaan, demo produk, sesi promo khusus, hingga penutupan yang dilengkapi dengan poster digital).
3. Skenario Penonton: Menyesuaikan waktu siaran langsung dengan jam aktif (prime time) tertinggi dari target konsumen.
Di akhir pemaparannya, Weni memberikan pesan kunci yang paling krusial dalam dunia live commerce, yaitu konsistensi.
“Sebaiknya kita juga harus konsisten untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Layakannya kita membuka lapak jualan secara langsung di dunia nyata, lakukanlah live streaming secara rutin, misalnya dari Senin sampai Jumat selama 3 bulan berturut-turut pada jam yang sama agar algoritma dan audiens kita terbentuk,” pungkasnya.
Melalui pelatihan intensif ini, tim pengabdian masyarakat Unilak berharap organisasi Salimah Pekanbaru dapat naik kelas menjadi penggerak ekonomi digital yang mandiri dan mampu mengaplikasikan teknologi live streaming sebagai pilar baru pemasaran produk komunitaskomunitas kreatif mereka. [Hikmah]