Siapkan Pangan Secara Seksama, Agar Aman Sebelum Disajikan
Disampaikan oleh dr Yulia Andani
Ketua PW Salimah DKI Jakarta
pada Seminar Keamanan Pangan di Jakarta Pusat, Ahad (2/8/26)
Bahan pangan yang baik dan penyimpanan yang benar belum cukup. Cara kita menyiapkan dan mengolahnya juga menentukan keamanan makanan yang akan disantap keluarga.
Pernahkah kita merasa sudah memilih bahan makanan yang bagus, menyimpannya di kulkas, lalu langsung memasaknya tanpa terlalu memikirkan proses persiapannya Padahal tahap sebelum makanan masuk ke piring juga tidak kalah penting.
Sayuran perlu dicuci dengan benar. Bahan beku perlu ditangani dengan tepat. Peralatan memasak harus bersih. Bahan mentah dan makanan matang perlu dipisahkan.
Semua itu merupakan bagian dari Kunci 3: Siapkan Pangan Secara Seksama.
Mulai dari Bahan Pangan yang Baik
Sebelum memasak, pastikan bahan pangan yang digunakan masih dalam kondisi baik, aman, bermutu, dan bersih.
Untuk buah dan sayuran, cucilah dengan air mengalir sebelum diolah. Sayuran berdaun seperti kol dan sawi sebaiknya dicuci setiap lembar agar kotoran yang menempel dapat dibersihkan.
Bagian bahan pangan yang sudah rusak atau busuk juga perlu segera dibuang. Langkah ini terlihat sederhana, tetapi menjadi bagian penting dari persiapan makanan di rumah.
Bagaimana dengan Bahan Pangan Beku?
Bahan pangan beku perlu dilelehkan terlebih dahulu sebelum diolah.
Setelah dilelehkan, bahan tersebut segera dicuci dan diolah. Juga diingatkan untuk menghindari pembekuan kembali bahan pangan yang sudah dilelehkan.
Karena itu, sebaiknya kita memperkirakan kebutuhan sebelum mengambil bahan dari freezer agar tidak ada bahan yang sudah dicairkan tetapi kemudian tidak jadi digunakan.
Peralatan Dapur Harus Bersih dan Layak Digunakan
Pisau, talenan, sendok, blender, dan berbagai peralatan lainnya merupakan bagian yang bersentuhan langsung dengan pangan.
Pastikan peralatan tersebut menjadi:
– bersih;
– kering;
– berfungsi dengan baik;
– dicuci sebelum disimpan.
Untuk menangani jenis pangan yang berbeda, biasakan menggunakan peralatan yang berbeda atau mencuci peralatan terlebih dahulu sebelum digunakan kembali. Hal ini penting karena dalam proses menyiapkan makanan, cemaran silang sangat mungkin terjadi.
Waspadai Cemaran Silang
Cemaran silang terjadi ketika cemaran dari satu bahan atau permukaan berpindah ke pangan lainnya.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah penggunaan peralatan. Misalnya, sendok yang digunakan untuk mengambil makanan sebaiknya berbeda dengan sendok yang digunakan untuk mencicipi makanan.
Selain itu, kebersihan tangan, peralatan, dan permukaan meja kerja juga perlu dijaga selama proses memasak. Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan sebelum dan sesudah memasak serta menjaga dapur tetap bersih dan kering merupakan bagian dari upaya mencegah cemaran silang.
Memasak Bukan Sekadar Membuat Makanan Matang
Memasak merupakan salah satu cara untuk mengurangi jumlah mikroba hingga mencapai tingkat yang aman sekaligus menghasilkan cita rasa yang diinginkan.
Dalam proses memasak, terdapat dua hal penting yang perlu diperhatikan, yaitu suhu dan waktu pemasakan. Suhu dan waktu yang tepat dapat berbeda untuk setiap jenis pangan. Beberapa cara memasak yang umum dilakukan antara lain merebus, mengukus, menggoreng, dan memanggang.
Makanan yang akan dipanaskan kembali juga perlu dipanaskan secara sempurna sehingga mikroba pada pangan dapat dikurangi hingga tingkat yang aman.
Jangan Terlalu Sering Menggunakan Minyak Goreng yang Sama
Minyak goreng yang digunakan berulang kali juga perlu diperhatikan. Disarankan untuk menghindari penggunaan minyak goreng secara berulang karena dapat mengganggu kesehatan dan menyebabkan pangan menjadi tengik.
Salah satu tanda minyak goreng yang sudah tidak layak digunakan adalah berwarna cokelat kehitaman dan agak kental.
Bagaimana dengan Makanan Panas?
Ada satu kebiasaan lain yang perlu diperhatikan: makanan panas jangan langsung dimasukkan ke dalam lemari pendingin. Hal tersebut dapat memanaskan lingkungan di sekitarnya dan memicu pertumbuhan mikroba. Karena itu, penanganan makanan setelah memasak juga menjadi bagian dari keamanan pangan.
Dapur Bersih, Proses Memasak Lebih Aman
Untuk membantu mencegah cemaran silang selama menyiapkan makanan, beberapa kebiasaan yang perlu diterapkan adalah:
1. Cuci tangan sebelum dan setelah memasak.
2. Gunakan celemek yang sesuai dan bersih.
3. Cuci dan bersihkan peralatan serta permukaan meja kerja.
4. Pisahkan pangan mentah dan pangan matang.
5. Jaga dapur tetap bersih dan kering.
Kebiasaan tersebut tidak memerlukan biaya besar. Yang dibutuhkan adalah kesadaran dan konsistensi.
Keamanan Pangan Ada di Setiap Tahap
Menyiapkan pangan secara seksama berarti memberikan perhatian pada setiap tahap sebelum makanan disantap. Mulai dari memilih bahan yang masih baik, mencuci bahan dengan benar, menangani pangan beku, menggunakan peralatan yang bersih, mencegah cemaran silang, hingga memasak dengan memperhatikan suhu dan waktu.
Dengan demikian, keamanan pangan bukan hanya tentang apa yang dimasak, tetapi juga bagaimana makanan tersebut dipersiapkan. Setelah bahan pangan dibeli, disimpan, dan disiapkan dengan benar, masih ada satu tahap penting yang tidak boleh diabaikan : penyajian.
Ditulis oleh: Emy Dharmawaty
Ketua Dept Humas PW Salimah DKI Jakarta