Pesan tersebut menjadi benang merah dalam kelas Sekolah Pranikah Salimah Indonesia (Serasi) PD Salimah Kabupaten Tulungagung yang digelar pada Ahad (14/6) di Kantor Sekretariat Salimah Kabupaten Tulungagung.
Mengangkat tema “Ngulik Karakter Diri dan Pasangan”, dalam pertemuan keempat kelas ini menghadirkan Bayu Vedha Dwi Septiawan, praktisi komunikasi pranikah, penulis, trainer, sekaligus Co-Founder Klinik Nikah Indonesia dan Level Up Baktinusa.
Bayu mengajak peserta untuk mengenali diri sendiri terlebih dahulu sebelum menilai calon pasangan. Menurutnya, seseorang dapat mengenali dirinya dari hal-hal yang sering ia lihat, baca, tonton, dan dengarkan.
“Mengenal diri itu sama dengan mengenal Allah, dan itu sama dengan mengenal seluruhnya,” ujarnya.
Ia mengajak peserta bertanya kepada diri sendiri, apakah sudah benar-benar siap nikah atau baru sebatas pengen nikah.
Keinginan menikah sering kali muncul karena ingin memiliki pasangan atau melihat kebahagiaan rumah tangga orang lain. Sementara kesiapan menikah membutuhkan proses mengenali diri, memahami pasangan, dan menyiapkan mental untuk menjalani kehidupan bersama.
Bayu juga mengingatkan pentingnya memahami perbedaan karakter dalam pasangan. Tidak semua perbedaan menjadi masalah, namun ada tanda-tanda yang perlu diperhatikan (red flag), seperti komunikasi yang manipulatif, menyembunyikan utang konsumtif, sikap temperamental, hingga meremehkan kewajiban agama.
Dalam memilih pasangan, ia mengingatkan agar tetap memiliki pertimbangan yang proporsional.
“Pakai follow your heart, usahakan tetap profesional dalam fokus ibadah kita. Berimanlah dengan profesional sampai kamu nyaman dengan keimananmu,” kata ayah dua anak tersebut.
Di akhir sesi, Bayu berpesan agar setiap orang tetap menjaga standar kebaikan dalam memilih pasangan.
“Jangan pernah menurunkan standar diri sendiri sebagai jalan kebaikan,” pungkasnya.