Ikuti KOPDAR X GEE Foundation, Salimah Ungkap Kesuksesan Tembus Pasar Global di Jepang

Jakarta (28/7/2026) – Ketua Umum Persaudaraan Muslimah (Salimah), Reni Anggrayni, memaparkan kisah sukses organisasi hingga mampu menembus pasar global di Jepang pada tahun 2025. Dalam World Expo 2025 di Osaka Jepang, produkKay Leather, Biyantie, ZAMA, dan Lies Lestari menjadi delegasi KOWANI utusan Salimah. Kisah sukses ini disampaikan Reni saat menjadi narasumber pada acara The Ringgit Roadmaps yang diselenggarakan oleh Garda Ekonomi Ekuator (GEE) Foundation di Aula Gedung DPRD Kota Bogor pada Selasa (27/7).

 

Menurut Reni, Salimah sebagai ormas perempuan sangat peduli terhadap bidang ekonomi. Ini dibuktikan dengan adanya Departemen Ekonomi dalam tubuh organisasi hingga pembentukan PT SPC sebagai produsen makanan olahan Salimah Food. Selain itu, Salimah juga memiliki Koperasi Syariah Serba Usaha Salimah (Kossuma) dan Induk Kossuma untuk menguatkan perekonomian keluarga.

Saat ini Salimah sudah membentuk Salimahpreneur sebagai wadah bagi pengusaha muslimah untuk mengembangkan kemampuannya. Di samping itu, lembaga Halal Center Salimah berkontribusi aktif mendampingi UMKM dalam pengurusan sertifikat halal.

Dalam menjalankan kegiatan ekonomi, kata Reni, Salimah menerapkan nilai dan prinsip syariah, amanah, profesional, dan kolaboratif. Tujuannya untuk mewujudkan kemandirian ekonomi umat melalui ekosistem yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Namun, perjalanan Salimah bukan tanpa hambatan. Banyak tantangan yang dihadapi saat ini. Salimah harus menambah kapasitas pengurus yang mampu mendampingi UMKM untuk skill up dan scale up. Salimah juga perlu menambah mitra yang memilki concern yang sama untuk meningkatkan level UMKM Binaan Salimah.

“Di sisi UMKM sendiri, kesadaran untuk melengkapi legalitas produk seperti izin edar PIRT, MD, dan halal, masih rendah. Sedangkan sistem pengajuan administrasi dirasakaan sulit bagi UMKM, baik dari segi kelengkapan admisnitrasi maupun biaya. Digitalisasi dan kemitraan ekspor juga jadi tantangan tersendiri,” ungkap Reni.

Meskipun begitu, kata Reni, UMKM domestik saat ini memiliki peluang besar untuk naik kelas. Ini dibuktikan dengan beralihnya minat pembeli global ke kanal belanja digital sehingga memperluas jangkauan pasar lokal. Banyak marketplace global yang bisa digunakan UMKM untuk menjangkau pasar global.

“Peluang ini didukung dengan inisiasi pemerintah dalam pembiayaan murah dan KUR Ekspor yang bisa dimanfaatkan untuk penguatan modal usaha. Beberapa perbankan memberikan penawaran produk untuk solusi permodalan pelaku UMKM ekspor,” terang Reni.

Peluang lain adalah munculnya penyedia layanan pemenuhan kargo terintegrasi (cross-border fulfillment service) yang memberi kemudahan dalam pengiriman produk ekspor. Kolaborasi antara agensi pemerintah, perbankan, agregator eksportir swasta dan UMKM pelaku ekspor juga memberi penguatan dalam menembus pasar global.

Untuk meraih semua peluang, diperlukan kolaborasi yang solid dari berbagai pihak. Salimah siap bekerja sama dengan pemerintah, akademisi, dunia usaha, perbankan, marketplace, serta diaspora Indonesia untuk menaik-kelaskan UMKM lokal menuju pasar global.

Sebagai penutup, Reni menyampaikan tiga pesan. “Pertama, peluang itu nyata; pasar global terbuka bagi UMKM Indonesia. Kedua, naik kelas adalah keharusan; melalui kualitas, legalitas, digitalisasi, dan inovasi. Terakhir, tidak ada UMKM yang sukses sendirian.”

Selain Salimah, acara ini juga menampilkan narasumber dari TDA, Bunda Mulia, Speed, dan Komunitas Difable dengan fokus kemandirian untuk wirausaha. Kegiatan juga dimeriahkan dengan doorprize serta bazaar dari paran pelaku UMKM. Salimah sendiri berpartisipasi dengan menjual Salimah Food dari Kossuma Bogor.

Komentar
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

What do you think?
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related news