Ketua PW Salimah DKI Jakarta
pada Seminar Keamanan Pangan di Jakarta Pusat, Ahad (2/8/26)
Kenali Bahaya Pangan : Biologi, Kimia, dan Fisik
“Makanan yang terlihat bersih belum tentu aman. Bahaya pada pangan sering kali tidak tampak oleh mata, tetapi dapat berdampak besar bagi kesehatan.”
Setelah mengetahui cara memilih bahan pangan yang aman, langkah berikutnya adalah mengenali berbagai bahaya yang dapat mencemari makanan. Dengan memahami sumber bahayanya, kita akan lebih mudah mencegah penyakit yang berasal dari pangan.
Secara umum, bahaya pada pangan dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu bahaya biologi, bahaya kimia, dan bahaya fisik. Pangan yang aman adalah pangan yang bebas dari ketiga jenis bahaya tersebut.
1. Bahaya Biologi
Bahaya biologi berasal dari mikroorganisme yang dapat tumbuh pada makanan, seperti bakteri, virus, kapang (jamur), khamir, parasit, dan ganggang. Mikroorganisme tersebut dapat menyebabkan makanan menjadi busuk, bahkan menimbulkan keracunan hingga kematian apabila dikonsumsi.
Bakteri tumbuh dengan sangat cepat apabila memperoleh kondisi yang sesuai. Mereka membutuhkan makanan, air, suhu hangat, tingkat keasaman tertentu, dan waktu untuk berkembang biak. Bahkan, dalam kondisi ideal, bakteri dapat membelah diri setiap 20 menit.
Bahan pangan yang kaya protein seperti daging, ikan, susu, dan produk olahannya merupakan media yang sangat baik bagi pertumbuhan bakteri. Sebaliknya, pangan yang kering atau memiliki tingkat keasaman tinggi cenderung lebih sulit ditumbuhi bakteri.
Cara Mencegah Bahaya Biologi
Bahaya biologi dapat dicegah melalui kebiasaan sederhana, antara lain:
– Membeli bahan pangan di tempat yang bersih.
– Memilih penjual yang menjaga kebersihan.
– Memilih makanan yang dimasak dengan baik.
– Memastikan pangan disimpan dan disajikan secara benar.
– Tidak mengonsumsi makanan basi atau yang memiliki bau serta rasa menyimpang.
– Tidak ragu membuang makanan yang sudah tidak layak konsumsi.
2. Bahaya Kimia
Bahaya kimia berasal dari zat-zat kimia yang masuk ke dalam pangan, baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Sumbernya dapat berupa racun alami pada bahan pangan, residu pestisida, penggunaan bahan tambahan pangan secara berlebihan, maupun penyalahgunaan bahan kimia yang sebenarnya dilarang untuk makanan.
Beberapa contoh bahaya kimia yang perlu diwaspadai antara lain:
– Formalin.
– Boraks.
– Rhodamin B.
– Methanil Yellow.
– Logam berat.
– Deterjen.
– Sisa pestisida.
– Racun jamur, singkong beracun, dan ikan buntal.
Bahan-bahan tersebut dapat membahayakan kesehatan apabila masuk ke dalam tubuh melalui makanan.
Cara Mencegah Bahaya Kimia
Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko bahaya kimia antara lain:
– Memilih bahan pangan yang baik dan aman.
– Mencuci buah dan sayuran menggunakan air bersih.
– Menggunakan bahan tambahan pangan sesuai aturan.
– Menyimpan pestisida dan bahan kimia terpisah dari makanan.
– Tidak menggunakan wadah atau kemasan yang bukan diperuntukkan bagi pangan.
– Menghindari penggunaan styrofoam dan kantong plastik kresek untuk makanan panas, berminyak, atau asam.
3. Bahaya Fisik
Selain mikroba dan bahan kimia, makanan juga dapat tercemar oleh benda asing atau disebut bahaya fisik.
Contohnya adalah rambut, kuku, serpihan logam, staples, pecahan kaca, batu kecil, maupun serangga mati. Benda-benda tersebut dapat menyebabkan luka pada mulut, gigi patah, melukai saluran pencernaan, bahkan menyumbat jalan napas jika tertelan.
Keamanan Pangan Dimulai dari Kepedulian
Sebagian besar bahaya pada pangan sebenarnya dapat dicegah apabila kita memiliki pengetahuan dan kebiasaan yang benar. Mulai dari memilih bahan pangan, menjaga kebersihan selama mengolah makanan, hingga memperhatikan cara penyimpanan, semuanya berperan penting dalam melindungi kesehatan keluarga.
Semakin kita memahami sumber bahaya pangan, semakin bijak pula kita dalam mengambil keputusan saat berbelanja, memasak, dan menyajikan makanan.
Ditulis oleh: Emy Dharmawaty
Ketua Dept Humas PW Salimah DKI Jakarta