Keamanan Pangan (Part 5 – series)

Bersih Selalu, Kebiasaan Sederhana yang Melindungi Keluarga

 

Disampaikan oleh dr Yulia Andani
Ketua PW Salimah DKI Jakarta
pada Seminar Keamanan Pangan di Jakarta Pusat, Ahad (2/8/26)

Dapur yang terlihat bersih belum tentu benar-benar aman. Kebersihan perlu dijaga dari tangan, peralatan, hingga tempat kita menyiapkan makanan.

Bayangkan sebuah dapur yang tampak rapi. Meja sudah bersih, peralatan tersusun, dan makanan siap disajikan. Tetapi, bagaimana dengan tangan yang memegang makanan? Bagaimana dengan talenan yang digunakan untuk memotong bahan mentah? Bagaimana dengan lap dapur, spons, atau peralatan makan yang digunakan berkali-kali?

Di sinilah pentingnya Kunci 5: Bersih Selalu.

Kebersihan merupakan bagian penting dari keamanan pangan karena mikroorganisme berbahaya dapat tersebar luas di lingkungan sekitar kita—di tanah, air, hewan, manusia, udara, tangan, lap, hingga peralatan makan seperti talenan. Mikroorganisme tersebut dapat mencemari pangan dan menyebabkan penyakit.

Tangan: Salah Satu Titik Penting

Tangan kita menyentuh banyak benda sepanjang hari. Memegang ponsel, uang, gagang pintu, telur, daging, hewan, kemudian memegang makanan. Karena itu, mencuci tangan menjadi kebiasaan yang sangat penting dalam menjaga keamanan pangan.

Langkah mencuci tangan adalah sebagai berikut :
1. Basahi tangan dengan air bersih mengalir.
2. Gunakan sabun.
3. Gosok telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari, dan ujung kuku selama 20 detik.
4. Bilas dengan air bersih mengalir.
5. Keringkan dengan lap bersih atau biarkan tangan kering dengan sendirinya.

Bukan hanya caranya yang penting, tetapi juga kapan kita harus mencuci tangan. Misalnya:
– sebelum memegang pangan;
– setelah memegang HP;
– setelah memegang uang;
– setelah menangani telur atau daging;
– setelah dari kamar mandi;
– setelah batuk atau bersin;
– setelah menyentuh binatang.

Kebiasaan kecil ini dapat menjadi salah satu perlindungan pertama bagi keluarga dari cemaran pangan.

Peralatan Dapur Harus Bersih

Tangan sudah bersih, tetapi bagaimana dengan peralatannya? Peralatan dapur yang digunakan untuk mengolah makanan juga perlu dibersihkan dengan benar.

Berikut langkah membersihkan peralatan dapur :
1. Buang sisa makanan.
2. Gosok sisa makanan yang berkerak.
3. Basahi dengan air mengalir.
4. Sabuni peralatan.
5. Gosok menggunakan alat penggosok atau spons.
6. Bilas dengan air mengalir hingga bersih.
7. Lakukan sanitasi peralatan masak, misalnya menggunakan air mendidih.
8. Keringkan dengan lap bersih atau simpan di tempat yang kering dan bersih.

Dengan demikian, membersihkan peralatan bukan hanya sekadar membilasnya setelah selesai digunakan.

Jangan Lupakan Talenan dan Permukaan Dapur. Talenan, meja kerja, pisau, sendok, dan berbagai peralatan lainnya dapat menjadi tempat berpindahnya cemaran apabila kebersihannya tidak dijaga.

Karena itu, membersihkan peralatan dan permukaan meja kerja merupakan bagian penting dalam mencegah cemaran silang. Apalagi ketika kita mengolah bahan pangan mentah dan pangan matang. Bahan mentah dan makanan yang sudah siap dimakan sebaiknya tidak ditangani dengan cara yang memungkinkan cemaran berpindah dari satu ke yang lain.

Kebersihan Bukan Sekadar Penampilan

Ada perbedaan antara dapur yang terlihat bersih dan dapur yang dikelola secara bersih.

Dapur yang terlihat bersih mungkin saja memiliki peralatan yang belum dicuci dengan benar. Meja yang tampak mengilap belum tentu bebas dari cemaran. Tangan yang terlihat bersih belum tentu benar-benar bersih sebelum dicuci menggunakan sabun dan air mengalir. Karena itu, keamanan pangan membutuhkan kebiasaan, bukan sekadar penampilan.

Bersih Selalu, Bukan Hanya Saat Ada Tamu

Menjaga kebersihan dapur sebaiknya bukan pekerjaan yang dilakukan sesekali. Bukan hanya ketika rumah akan kedatangan tamu. Bukan hanya ketika dapur terlihat berantakan. Dan bukan hanya ketika akan memasak makanan untuk acara khusus.

Pada akhirnya, keamanan pangan keluarga tidak selalu membutuhkan langkah yang rumit. Jika kebiasaan tersebut dilakukan secara konsisten, rumah dapat menjadi tempat pertama untuk membangun budaya pangan yang aman.

Sebab, pangan yang aman membantu melindungi kesehatan keluarga.
Dan keluarga yang sehat menjadi bagian penting dari terbentuknya masyarakat yang sehat.

Ditulis oleh: Emy Dharmawaty
Ketua Dept Humas PW Salimah DKI Jakarta

Tags:
Komentar
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

What do you think?

Related news