Ketua Umum Salimah Hadiri Konferensi Imam Besar Internasional

Ketua Umum Salimah Hadiri Konferensi Imam Besar Internasional

Jakarta (27/9/2026) - Ketua Umum Persaudaraan Muslimah (Salimah), Reni Anggrayni, menghadiri International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 di Jakarta, Sabtu (26/9). Konferensi dengan tema "Masjid Harmony, Religious, Diplomacy, and Global Peace" diselenggarakan oleh Kementrian Agama Republik Indonesia melalui Masjid Istiqlal sebagai tuan rumah.

Konferensi selama tiga hari ini dihadiri oleh ulama-ulama masjid beberapa negara, ormas, serta lembaga Islam dari berbagai wilayah di Indonesia. Peserta terdiri dari 49 delegasi dari 39 negara, 350 peserta dari dalam negeri, imam nusantara, dan akademisi. Sejak Jumat hingga Ahad (25/27/9) mereka saling berbagi informasi, ide, dan pengalaman.

Ulama Indonesia, KH. Quraisy Shihab, menjelaskan bahwa masjid di zaman Nabi bukan hanya untuk kegiatan keagamaan, namun sebagai pusat semua aktivitas, termasuk pendidikan dan politik. Peran pendidikan di masjid berubah karena ada jalur pendidikan formal. Namun, bukan berarti peran masjid terkait pendidikan menjadi hilang.

"Masjid Nabawi pusat kekuatan yang mempersatukan umat. Diplomasi keagamaan adalah seni dalam menyelesaikan persoalan. Prinsip dialog berangkat dari kesetaraan, tidak saling merendahkan satu dengan lainnya. Persaudaraan adalah prinsip," ujarnya.

Sementara itu, Syaikh Al-Azhar mengingatkan para imam untuk menjadi pembangun perdamaian. Dengan wacana keagaman yang moderat, semua harus siap menerima perbedaan pendapat. Imam yang punya kompetensi layak menjadi khalifah di tempatnya masing-masing.

"Dunia Islam mendapat tantangan dari segala penjuru yang bertujuan untuk menghancurkan peradaban Islam. Bangun kekuatan Islam yang mempersatukan. Yang melemahkan umat adalah perpecahan," ucapnya.

Selanjutnya, Mufti Kroasia menyebut jika pihaknya tengah fokus pada pendidikan pemuda. Islamic center Istiqlal di Kroasia akan selesai. Ia juga mengajak semua pihak mempersiapkan masyarakat agar terbiasa dengan dialog.

Di sesi selanjutnya, Kementerian Agama RI memaparkan bahwa Indonesia memiliki 750 ribu masjid dan musholla. Pemberdayaan masjid dilakukan oleh Bimas Islam. Ada program masjid berdaya berdampak dengan bekerjasama bersama baznas micro finance. Ada pula rogram eco masjid, yaitu gerakan penanaman di masjid.

Indonesia juga menerapkan masjid ramah anak, lansia, dan disabilitas, serta ramah pemudik untuk para musafir, termasuk yang bukan Islam. Selain itu, ada pula program bantuan operasional tempat ibadah.

Di akhir kegiatan, semua pihak berharap, imam dunia terus terhubung dan suara para imam menjadi suara dunia untuk persatuan umat dan kemanusiaan. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir pemikiran bahwa agama berfungsi mendamaikan, mempersatukan, dan menjadi solusi kemanusiaan dunia.

Tags:
Komentar

Komentar

What do you think?
Show comments / Leave a comment

Komentar