P2MB Salimah Kotim Salurkan 14.000 Liter Air Bersih bersama Yakesma Kalteng dan ALPI

P2MB Salimah Kotim Salurkan 14.000 Liter Air Bersih bersama Yakesma Kalteng dan ALPI

Sampit (13/10/2026) – Kemarau panjang yang melanda wilayah Kota Sampit sejak Juni hingga September 2026 berdampak serius pada kekeringan sumber air bersih. Kondisi sungai yang mengering dan terjadinya intrusi air laut memicu krisis pasokan air layak konsumsi di sejumlah kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

​Situasi ini kian memprihatinkan setelah Perumda Air Minum Tirta Mentaya Kotim mengumumkan bahwa air yang didistribusikan ke masyarakat saat ini berstatus non-konsumsi, hanya diperuntukkan bagi kebutuhan Mandi, Cuci, dan Kakus (MCK).

Meski telah melalui proses pengolahan standar, rasa air di pemukiman warga kini menjadi asin. Wilayah yang terdampak cukup parah di antaranya Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Mentaya Hilir Selatan, Mentawa Baru Ketapang, hingga mulai meluas ke Baamang.

​Merespons kondisi darurat tersebut, Pos Penanggulangan Bencana dan Musibah (P2MB) Salimah Kotim bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih. Berkolaborasi dengan Yakesma Kalteng dan ALPI, P2MB Salimah Kotim menerjunkan tujuh orang pengurus untuk menyalurkan bantuan secara bertahap.

​Pada tahap pertama, Jumat (2/10/2026), P2MB Salimah Kotim dan tim ALPI berhasil mendistribusikan 5.000 liter air bersih untuk warga di Desa Bangkuang Makmur, Bengkirai Bawah. Aksi kemanusiaan ini berlanjut pada tahap kedua, Ahad (10/10/2026), dengan menyalurkan 9.000 liter air bersih di Desa Pelangsian.

​Meski harus mengantre panjang demi mendapatkan armada tangki air di tengah melonjaknya permintaan, para pengurus P2MB Salimah Kotim tetap sigap melayani warga yang sangat membutuhkan.

​"Krisis air bersih ini sudah berlangsung satu bulan, dan ini pertama kalinya kami mendapatkan bantuan air bersih. Air PDAM di tempat kami sudah terasa asin, jadi kami terpaksa membeli air galon isi ulang seharga Rp8.000 per galon," ungkap Lina, salah satu warga Desa Pelangsian saat berbincang dengan Ketua PD Salimah Kotim, Syahrida.

​Bagi warga kawasan pedesaan, krisis air bersih memberikan beban ganda. Selain terkendala keterbatasan depot air minum isi ulang, lonjakan harga kebutuhan pokok di musim kemarau turut memperberat kondisi ekonomi mereka.

Kehadiran P2MB Salimah Kotim bersama Yakesma Kalteng sebagai donatur utama diharapkan dapat memitigasi dampak kekeringan dan mengurasi beban warga yang saat ini juga terimpit ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

​P2MB Salimah Kotim mengimbau seluruh masyarakat Kotim untuk tetap bijak menghemat penggunaan air bersih selama musim kemarau belum berakhir. Selain itu, tetap siaga bersama-sama menjaga lingkungan dari ancaman titik api karhutla.

Tags:
Komentar

Komentar

What do you think?
Show comments / Leave a comment

Komentar