Peringati Hari Anak Nasional, Salimah Kalimantan Tengah Gelar Webinar Parenting

Palangka Raya (28/7/)2026 – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026, Pimpinan Wilayah (PW) Salimah Kalimantan Tengah menyelenggarakan Webinar Parenting secara daring melalui platform Zoom pada Ahad (26/7). Kegiatan yang mengangkat tema “Kenali, Cegah, dan Lindungi: Membangun Generasi Cerdas Bebas Bullying dan Kekerasan Seksual” ini diikuti oleh 56 peserta yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia, mulai dari orang tua, guru, pemerhati anak, hingga kader Salimah.

 

Webinar ini diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian PW Salimah Kalimantan Tengah terhadap meningkatnya tantangan pengasuhan anak di era digital, khususnya terkait maraknya kasus perundungan (bullying) dan kekerasan seksual pada anak. Melalui kegiatan ini, Salimah ingin menghadirkan ruang belajar bersama yang memberikan pemahaman, edukasi, sekaligus solusi bagi para orang tua dan pendidik agar mampu menjadi garda terdepan dalam melindungi anak-anak.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari panitia yang menyampaikan bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam membentuk karakter anak. Oleh karena itu, peran orang tua dalam memberikan pengasuhan yang penuh kasih sayang, komunikasi yang sehat, serta kemampuan mengenali berbagai bentuk kekerasan menjadi hal yang sangat penting. Webinar ini diharapkan dapat menjadi sarana peningkatan kapasitas keluarga Indonesia agar mampu menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Sebagai narasumber pertama, dr. Frida Ayu N. H., seorang dokter spesialis kedokteran jiwa (psikiater). Ia memaparkan pentingnya kesehatan mental anak serta peran keluarga dalam mencegah bullying dan kekerasan seksual. dr. Frida menjelaskan bahwa orang tua perlu membangun komunikasi yang terbuka dengan anak sejak dini sehingga anak merasa aman untuk menyampaikan setiap pengalaman yang dialaminya. Selain itu, orang tua juga perlu mengenali perubahan perilaku anak yang dapat menjadi tanda adanya tekanan psikologis maupun tindakan kekerasan yang dialami.

Ia menekankan bahwa pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah terjadi kasus. Oleh karena itu, keluarga perlu membangun hubungan yang hangat, memberikan edukasi mengenai batasan tubuh (body safety), mengajarkan anak untuk berani berkata tidak terhadap tindakan yang tidak pantas, serta menciptakan suasana rumah yang penuh kepercayaan. Dengan demikian, anak akan memiliki keberanian untuk bercerita apabila menghadapi situasi yang membahayakan.

Materi berikutnya disampaikan oleh Rizqi Tajuddin, seorang praktisi pendidikan. Ia mengajak para peserta untuk memahami bahwa pendidikan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi yang baik antara orang tua dan tenaga pendidik akan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta mampu menumbuhkan karakter anak yang percaya diri, berempati, dan saling menghargai.

Rizqi juga menyampaikan bahwa budaya anti-bullying perlu dibangun melalui keteladanan orang dewasa. Anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat dan rasakan setiap hari. Oleh karena itu, orang tua diharapkan mampu menjadi teladan dalam berkomunikasi, menghargai perbedaan, serta menyelesaikan konflik secara bijaksana. Pendidikan karakter yang konsisten di rumah dan di sekolah akan menjadi benteng kuat dalam mencegah berbagai bentuk kekerasan terhadap anak.

Selama webinar berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hal ini terlihat dari aktifnya sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas berbagai persoalan pengasuhan anak, mulai dari penggunaan gawai, cara membangun komunikasi efektif dengan remaja, hingga langkah-langkah yang perlu dilakukan apabila anak menjadi korban maupun pelaku bullying. Berbagai pengalaman yang dibagikan peserta memperkaya diskusi dan menunjukkan bahwa isu perlindungan anak merupakan perhatian bersama yang memerlukan sinergi seluruh elemen masyarakat.

Ketua panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber dan peserta yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Besar harapan agar ilmu dan wawasan yang diperoleh tidak berhenti pada pelaksanaan webinar semata, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta disebarluaskan kepada masyarakat yang lebih luas.

Melalui penyelenggaraan Webinar Parenting ini, PW Salimah Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program edukatif yang mendukung penguatan peran keluarga dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, berakhlak mulia, serta terbebas dari bullying dan kekerasan seksual. Peringatan Hari Anak Nasional diharapkan menjadi momentum untuk mengingatkan seluruh elemen bangsa bahwa setiap anak memiliki hak untuk tumbuh, berkembang, belajar, dan hidup dalam lingkungan yang aman, penuh kasih sayang, serta terbebas dari segala bentuk kekerasan.

Komentar
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

What do you think?
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related news