Lampung (7/9/26) - Pimpinan Daerah Persaudaraan Muslimah (PD Salimah) Kabupaten Lampung Timur menyelenggarakan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) dan Pelatihan Kepemimpinan Pengurus Salimah (PKPS) sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas kepengurusan, konsolidasi organisasi, serta peningkatan kualitas program agar semakin relevan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Kegiatan yang mengusung tema “Soliditas Struktur Lahirkan Program Berdampak†tersebut dilaksanakan pada Ahad (6/9) pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, dengan diikuti oleh 18 orang pengurus PD Salimah Lampung Timur. Kegiatan menghadirkan pemateri dari Pimpinan Wilayah (PW) Salimah Provinsi Lampung, Badiah Mukmin dan Dessy, yang memberikan penguatan materi terkait organisasi, kepemimpinan, tata kelola, serta arah pengembangan program Salimah.
Rakorwil dan PKPS menjadi momentum penting bagi para pengurus untuk melakukan refleksi sekaligus menyusun langkah strategis organisasi. Soliditas struktur tidak hanya dimaknai sebagai kekuatan dalam membangun koordinasi antarpengurus, tetapi juga sebagai fondasi untuk memastikan setiap program yang dirancang benar-benar lahir dari kebutuhan, dikelola secara profesional, dan mampu memberikan manfaat yang terukur bagi masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan proses registrasi peserta dan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai kebijakan positioning Salimah dan sosialisasi Rakernas. Materi ini menjadi bagian penting dalam menyamakan persepsi pengurus mengenai posisi, arah gerak, serta prioritas organisasi sehingga pelaksanaan program di tingkat daerah dapat berjalan selaras dengan kebijakan dan visi organisasi secara berjenjang.
Selanjutnya, peserta mendapatkan taujiih pimpinan sebagai penguatan nilai, motivasi, dan orientasi perjuangan dalam menjalankan amanah kepengurusan. Sesi ini menjadi ruang untuk kembali meneguhkan bahwa aktivitas organisasi bukan semata-mata pelaksanaan program kerja, melainkan bagian dari ikhtiar bersama dalam menghadirkan kebermanfaatan yang lebih luas.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan Pelatihan Kepemimpinan Pengurus Salimah (PKPS) 2 yang membahas AD/ART dan GBHO. Pembekalan tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman pengurus terhadap landasan organisasi, tata aturan, arah kebijakan, serta mekanisme kerja yang menjadi pijakan dalam menjalankan amanah kepengurusan. Dengan pemahaman organisasi yang baik, setiap pengurus diharapkan mampu menjalankan perannya secara lebih terarah, tertib, dan bertanggung jawab.
Pembahasan juga mencakup tata kelola Lembaga Kelengkapan Salimah (LKS). Materi ini menjadi bagian strategis dalam mendorong pengelolaan organisasi yang semakin efektif, sistematis, dan profesional. Penguatan tata kelola diperlukan agar setiap unsur organisasi dapat menjalankan fungsi masing-masing secara optimal sekaligus membangun sinergi dalam mendukung pencapaian tujuan Salimah.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, peserta juga memperoleh materi mengenai maslahat, kedaerahan dan diskusi, serta sosialisasi Proker 2026. Sesi diskusi memberikan ruang bagi pengurus untuk menyampaikan pemikiran, pengalaman, tantangan, dan gagasan pengembangan organisasi berdasarkan kondisi di lapangan.
Pembahasan kedaerahan menjadi semakin penting karena setiap wilayah memiliki karakteristik, potensi, dan kebutuhan masyarakat yang berbeda. Oleh karena itu, program organisasi perlu dirancang secara kontekstual tanpa kehilangan arah kebijakan yang telah ditetapkan. Melalui diskusi yang konstruktif, diharapkan lahir gagasan-gagasan program yang tidak hanya realistis untuk dilaksanakan, tetapi juga mampu menjawab persoalan dan mengoptimalkan potensi yang ada di Lampung Timur.
Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah sosialisasi program kerja tahun 2026. Melalui kegiatan ini, pengurus mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai arah pelaksanaan program sekaligus ruang untuk menyelaraskan agenda organisasi dengan kebutuhan masyarakat. Perencanaan program yang baik diharapkan mampu mendorong Salimah untuk terus menghadirkan kegiatan yang memiliki nilai manfaat, keberlanjutan, dan dampak sosial yang nyata.
Menutup rangkaian kegiatan, peserta diajak untuk mengenali potensi daerah sebagai bagian dari upaya membangun program yang berbasis pada kekuatan lokal. Pengenalan potensi daerah menjadi langkah penting agar organisasi tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga mampu membaca peluang, mengembangkan sumber daya, dan membangun kolaborasi yang dapat memperluas kebermanfaatan Salimah di tengah masyarakat.
Melalui Rakorwil dan PKPS ini, PD Salimah Lampung Timur diharapkan semakin memiliki kesamaan visi, soliditas internal, dan kesiapan kepemimpinan dalam menjalankan roda organisasi. Para pengurus didorong untuk membangun budaya kerja yang kolaboratif, komunikatif, disiplin, serta berorientasi pada solusi.
Soliditas Struktur Lahirkan Program Berdampak bukan sekadar tema kegiatan, tetapi menjadi semangat yang hendak diwujudkan dalam gerak organisasi. Struktur yang solid akan melahirkan koordinasi yang kuat; koordinasi yang kuat akan menghasilkan perencanaan yang lebih matang; dan perencanaan yang matang diharapkan mampu melahirkan program-program yang tepat sasaran serta memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Rakorwil dan PKPS juga menjadi ruang penguatan kepemimpinan bagi para pengurus agar mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Kepemimpinan yang dibutuhkan bukan hanya kemampuan mengelola organisasi, tetapi juga kemampuan membaca kebutuhan masyarakat, membangun jejaring, menggerakkan potensi kader, serta memastikan setiap langkah organisasi berorientasi pada kemaslahatan.
Dengan semangat kebersamaan dan konsolidasi yang terus diperkuat, PD Salimah Lampung Timur berkomitmen untuk meningkatkan kualitas tata kelola organisasi dan menghadirkan program-program yang semakin berdampak, terukur, dan berkelanjutan, sebagai bagian dari kontribusi Salimah dalam pemberdayaan perempuan, keluarga, dan masyarakat.

Tags:
Komentar
What do you think?
Show comments / Leave a comment
Komentar






Komentar